Kamis, 05 Sep 2019 15:41 WIB

Sering Tidur Bareng Kucing Kesayangan, Ini Dampaknya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Tidur dengan kucing memiliki efek baik dan buruk bagi kesehatan. Foto: iStock Tidur dengan kucing memiliki efek baik dan buruk bagi kesehatan. Foto: iStock
Jakarta - Bill Fish, salah seorang pendiri Tuck.com mengatakan, membiarkan kucing tidur di tempat tidur bersama dengan pemiliknya setiap malam dapat memberikan rasa aman untuk keduanya, baik secara emosional dan fisik. Bahkan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) juga memperkirakan, sekitar 50 persen pemilik hewan peliharaan di Amerika Serikat mengizinkan hewan peliharaan mereka tidur di tempat tidur bersama mereka.

"Membiarkan kucing tidur dengan pemiliknya juga dapat mengurangi stres serta menghadirkan kehangatan dan kenyamanan. Ketika kamu merasakan bernapas secara berirama dengan kucing peliharaanmu, itu bisa memberikan efek yang menenangkan dan membantu untuk tidur lebih cepat," katanya yang dirangkum dari Healthline.



Meskipun begitu, ternyata tidur bersama dengan kucing bisa mempengaruhi kualitas tidur. Steve Weinberg, pendiri 911 VETS, mengatakan hal ini terjadi karena kucing termasuk hewan yang nokturnal dan akan membuat si pemilik dapat terbangun saat dini hari.

"Ketika tidur dengan manusia, itu akan mengakibatkan gangguan tidur pada dini hari atau terbangun pada jam yang sangat awal dari jadwal seharusnya. Dan ini dapat menjadi kontraproduktif dengan pola bangun tidur seseorang," jelas Weinberg.

dr Jennifer Maniet, seorang dokter hewan staf di Petplan Pet Insurance, menegaskan terutama untuk kucing yang sering bermain di luar rumah lebih berpotensi terkena penyakit. Penyakit tersebut berasal dari apa yang dimakan, cacing, kutu, nyamuk, hingga faktor lainnya.


"Semua faktor ini sangat berpotensi menularkan penyakit seperti virus, bakteri, parasit, dan banyak infeksi lainnya. Tidak hanya kucing dari luar, kucing peliharaan yang sering di dalam ruangan juga harus diperhatikan kebersihan dan kesehatannya. Bahkan kotak kotoran kucingnya pun dapat menghadirkan risiko penyakit bagi manusia yang ada di sekelilingnya," ujar dr Maniet.

Jenis penyakit yang bisa ditularkan melalui kucing yaitu, cacing saluran pencernaan, giardiasis, kurap, toksoplasmosis, berbagai wabah, dan infeksi hantavirus (virus yang ditularkan dari hewan pengerat kepada manusia dan menyebabkan infeksi paru-paru dan ginjal yang berat). Penyakit-penyakit tersebut bisa menjadi alergi khas yang disebabkan bulu hewan peliharaan, seperti kucing.

Untuk mengurangi risikonya, CDC menyarankan untuk selalu memeriksa keadaan kucing peliharaan secara teratur dan rutin dalam melakukan imunisasi untuk mereka juga agar terlindung dari virus maupun bakteri yang membahayakan.



Simak Video "Lebih Baik Tidur dengan Lampu Terang atau Temaram?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)