Rabu, 18 Sep 2019 11:29 WIB

Terserang Penyakit Langka, Tubuh Balita Ini Membesar Dua Kali Lipat

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi obesitas pada anak. Foto: iStock Ilustrasi obesitas pada anak. Foto: iStock
Jakarta - Tak disangka mengidap penyakit langka dan membahayakan nyawa, seorang balita menjadi bertubuh dua kali lipat lebih besar dari anak seusianya. Dalam usia 4 tahun, bocah asal Rhode Island tersebut berbobot 31 kilogram.

Banner Sears terdiagnosis ROHHAD pada bulan Juni 2018 lalu. ROHHAD merupakan singkatan dari 'rapid-onset obesity (RO) with hypothalamic dysregulation (H), hypoventilation (H) and autonomic dysregulation (AD)', demikian dikutip dari Fox News.

Yang berarti kondisi ini berdampak pada sistem saraf pusat dan menyebabkan melonjaknya berat badan. Menurut Genetic and Rare Diseases Information Center, ROHHAD kemungkinan besar disebabkan oleh genetik dan pengidapnya mungkin mengalami masalah pernapasan.

"Anak-anak pengidap ROHHAD terlihat memiliki tumbuh-kembang dan kesehatan yang normal sebelum muncul rangkaian gejala. Penyebab ROHHAD hingga kini belum diketahui. Penanganannya berbeda tergantung pada tanda dan gejala yang muncul di tiap orang," tulis situs tersebut.

Menurut sang ibu, Lyndsay, ia pertama kali menyadari bahwa bobot anaknya melonjak pada bulan Februari 2018. Ia mengaku sempat panik dan tak lagi memperbolehkan sang anak memakan junk food dan memeriksakannya ke dokter endokrinologi anak.


Awalnya dokter hanya menyebut naiknya bobot Banner adalah perkara pola makan. Namun meski sudah diubah sekalipun, Banner tetap mengalami kenaikan berat badan. Lalu Lyndsay menyadari satu hal lain, bahwa sang anak mengalami kesulitan bernapas, terutama saat tidur.

"Aku mulai menyadari saat dia tidur, ia selalu berhenti napas tiap tiga kali bernapas," imbuhnya.

Akhirnya ia membawa anaknya ke dokter hematologi dan sangat terkejut melihat keadaan Banner. Dokter tersebut merekomendasikan dokter lainnya, yang akhirnya mendiagnosis Banner dengan penyakit langka ROHHAD dan dianjurkan untuk dirawat di rumah sakit.

Dengan kondisinya, bahkan jika terkena demam sekalipun, tubuhnya tidak mampu untuk mengatur denyut jantung ataupun napas seperti layaknya orang normal. Nyawanya cukup terancam, dan ketika sistem imunnya terganggu, tubuhnya langsung menambah berat badan.

Pengidap ROHHAD juga cenderung memiliki tumor jenis tertentu. Dalam kasus Banner, ia telah menjalani satu operasi pengangkatan tumor dan juga kemoterapi. Pada Desember 2018, ia harus mengenakan tabung oksigen permanen untuk membantunya bernapas. Meski begitu, apabila terdiagnosis lebih awal dan ditangani lebih baik bisa hidup dengan kualitas yang baik juga.

Lyndsay mengaku bahwa beberapa tetangganya sempat berkomentar jahat dan berperilaku tidak menyenangkan soal anaknya. Namun ia menyebut sang anak tetap kuat dan bertekad, ia ingin anaknya memiliki hidup yang sebaik mungkin.

"Dia cuma anak-anak dan tidak paham, untungnya ya, tapi memang orang-orang kadang bisa jadi kejam. (Banner) anaknya sangat kuat. Dia benar-benar bertekad dan cukup keras kepala seperti ibunya. Dia anak laki-laki yang luar biasa dan aku ingin dia punya hidup yang baik," pungkasnya.



Simak Video "Wanita Ini Mendadak Alergi Air Usai Melahirkan"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)