Jumat, 20 Sep 2019 15:20 WIB

Kebanyakan Minum Obat Pereda Nyeri, Darah Wanita Ini Jadi Biru

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Bagaimana kisahnya darah wanita ini menjadi biru? Foto: thinkstock Bagaimana kisahnya darah wanita ini menjadi biru? Foto: thinkstock
Jakarta - Darah biru biasanya dijadikan istilah bagi keturunan ningrat. Namun ada seorang wanita asal Rhode Island yang benar-benar memiliki darah biru, meski bukan bangsawan.

Kondisi langka yang dialami wanita berusia 25 tahun tersebut diakibatkan oleh konsumsi obat pereda nyeri benzocaine yang berlebihan. Diakui olehnya, ia mengonsumsi obat tersebut di malam hari untuk meredakan sakit giginya.

Dikutip dari CNN, Dr Otis Warren dan Dr Benjamin Blackwood menulis kasus ini dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine. Pasien wanita mereka sebelumnya mengeluh mengalami lemas, kelelahan, dan kesulitan bernapas.
"Kasusnya merupakan salah satu kasus-kasus langka yang diajarkan pada kami, yang kami pelajari, kami coba namun jarang sekali mengalami," kata Dr Warren.


Wanita tersebut didiagnosis acquired methemoglobinemia, yang berarti reaksi yang disebabkan oleh obat-obatan tertentu yang menghambat darah membawa oksigen ke jaringan di seluruh tubuh.

Saat darah membawa banyak oksigen biasanya berwarna merah. Anehnya, hasil tes menunjukkan kadar oksigen yang tinggi pada si pasien, namun ternyata darah secara 'sengaja' mengikat oksigen dan tidak melepaskannya ke jaringan yang membutuhkan sehingga terlihat berwarna biru.

Sebagai pengobatan dibutuhkan penawar yang juga berwarna biru, bernama Methylene, yang akan mengembalikan elektron yang hilang ke molekul hemoglobin yang akan membalikkan kadar oksigen dan membantu melepaskan oksigen kembali ke jaringan.

"Dalam bidangku, medis gawat darurat, saat kamu bisa menyembuhkan seorang pasien hanya dengan satu obat saja, itu cukup langka untuk kami," katanya.

Pasien tersebut bisa kembali pulih usai mendapatkan dua dosis methylene biru dan rawat inap di rumah sakit. Namun apabila kadar darahnya lebih dari 50 persen atau lebih tinggi, pasien bisa mengalami koma atau terkena komplikasi pada otak dan jantung karena kurangnya darah, atau bahkan kematian.



Simak Video "Alami Kondisi Langka, Pria Ini 'Terjebak' di Tubuh Bocah 13 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)