Jumat, 04 Okt 2019 11:48 WIB

Sering Tidur dengan Lampu Menyala Disebut Membuat Bocah Ini Pubertas Dini

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Tertidur dengan lampu menyala, mempercepat pubertas anak ini. Foto ilustrasi: thinkstock Tertidur dengan lampu menyala, mempercepat pubertas anak ini. Foto ilustrasi: thinkstock
Jakarta - Siapa yang akan menyangka tidur dengan lampu menyala akan berdampak pada percepatan pubertas seorang anak? Hal ini dialami oleh bocah usia 7 tahun dari Ningbo, Zhejiang yang tampaknya mengalami pubertas dini karena kebiasaan tidurnya.

Dilansir TVBS, gadis kecil bernama Tong Tong tumbuh 10cm dalam setahun yang merupakan percepatan pertumbuhan ekstrem. Pada awalnya sang ibu sangat senang karena berpikir bahwa putrinya akan menjadi wanita tinggi ketika tumbuh dewasa.

Hingga suatu hari ketika sang ibu memandikan putrinya, dia menemukan bahwa payudara anaknya mulai tumbuh dengan adanya benjolan. Hal itu membuat ibunya khawatir sehingga ia membawa Tong tong periksa ke dokter.

Dokter memberi tahu sang ibu bahwa tulang-tulang Tong Tong seperti seseorang yang tiga tahun lebih tua dan meskipun ia tiba-tiba mengalami percepatan pertumbuhan, akan sulit baginya untuk melebihi 150cm di masa mendatang.


"Tong Tong, yang saat ini tingginya 120cm, sedang mengalami pubertas sebelum waktunya dan folikel ovariumnya sudah meningkat secara signifikan dan akan sulit untuk dilakukan perawatan dengan memberikan obat karena akan mengganggu kesehatannya secara keseluruhan," demikian dikutip situs tersebut.

Sang ibu terkejut karena ia tak pernah memberikan suplemen tambahan dan makanan tidak sehat ke putrinya. Dokter lalu bertanya soal gaya hidup Tong Tong termasuk kebiasaan tidurnya dan menemukan bahwa Tong Tong tidur dengan lampu menyala di malam hari.

Rupanya Tong Tong sudah tidur sendirian sejak berusia 4 tahun karena didorong untuk mandiri. Tapi ia takut gelap jadi Tong Tong tidur dengan lampu menyala selama tiga tahun terakhir.

Dokter menjelaskan Tong Tong mengalami pubertas dini karena sekresi melatoninnya ditekan karena cahaya. Penurunan melatonin ini mungkin telah mempercepat proses pematangan seksualnya dan menyebabkan ia mengalami pubertas dini.

Dokter juga menambahkan jika seorang anak gadis mengalami pertumbuhan pesat sebelum usia 9 tahun dan jika seorang anak laki-laki memiliki pengalaman yang sama sebelum usia 11 tahun dan terdapat sifat seksual sekunder, itu merupakan tanda pubertas dini yang harus ditangani secara lanjut.

Studi tentang melatonin pada masa pubertas telah dilakukan sebelumnya. penelitian menghubungkan melatonin berlebihan pada penurunan pematangan seksual. Situs WebMD juga menyebut paparan cahaya dapat menghambat produksi melatonin terutama pada malam hari ketika berada pada kinerja puncaknya.



Simak Video "Lebih Baik Tidur dengan Lampu Terang atau Temaram?"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/fds)