Selasa, 05 Nov 2019 15:45 WIB

Bak Malaikat, Suster Adopsi Pria Autisme Agar Dapat Transplantasi Jantung

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi perawat yang merawat pasien. Foto: ilustrasi/thinkstock Ilustrasi perawat yang merawat pasien. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Jonathan Pinkard (27), seorang pengidap autisme tingkat tinggi atau disebut high-functioning autism mendapatkan kesempatan hidup untuk kedua kalinya. Pasalnya, seorang suster mengadopsi dan mencarikan donor jantung baginya.

Pada Agustus 2018 lalu, Jonathan tumbang di kantornya kemudian dirawat di rumah sakit. Dokter memberitahunya bahwa ia harus mendapatkan transplantasi jantung, namun hingga kini tidak ada yang memenuhi syarat karena ia seorang diri dan tidak ada yang merawatnya.

Dalam sebuah video, Pinkard bercerita bahwa ia dibesarkan oleh neneknya. Namun neneknya meninggal pada tahun 2012, dan ia menjadi sebatang kara. Sedangkan ibunya tinggal dalam fasilitas rehabilitasi.

Pada Desember tahun lalu, Pinkard yang dirawat di rumah sakit, mendapatkan Lori Wood (57) sebagai perawat yang menanganinya di unit perawatan intensif di Piedmont Newnan Hospital di Georgia, Amerika Serikat. Setelah dua hari merawat Pinkard, Wood mengaku, ada perasaan mendalam bahwa ia harus menolong pasiennya.



"Aku rasa pada suatu titik Tuhan menempatkan orang dan situasi di hidupmu dan kamu punya pilihan untuk melakukan sesuatu terhadap hal itu. Aku kira tidak ada pilihan untukku, aku punya tempat, aku seorang perawat, aku dapat merawatnya. Ini sesuatu yang harus terjadi, dia datang ke rumah denganku," ungkap Wood dikutip dari TODAY.

Wood sadar bahwa Pinkard bisa saja meninggal karena tidak mendapatkan transplatasi jantung yang dibutuhkannya. Pinkard pun tinggal bersama Wood dan dibantu untuk mendapatkan transplantasi jantung yang cocok dengannya.

Pada Agustus, Pinkard telah menjalani transplantasi jantung. Kini, Wood membantunya hidup secara mandiri. Pada Desember nanti, Pinkard pun bisa kembali bekerja.

"Dia memperlakukan aku layaknya seorang keluarga. Aku sangat berterimakasih padanya. Jika tidak ada dia, mungkin aku tidak akan menjadi seperti saat ini," tutur Pinkard.

Untuk menghargai tindakan baiknya, Wood menerima sebuah Penghargaan Presiden tahun ini, yang termasuk sebagai bagian dari program pengakuan karyawan rumah sakit.



Simak Video "Belajar Pantang Menyerah dari Tiffany, Gadis dengan Autisme"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)