"Beberapa tahun lalu, saya berasumsi semua orang juga mengalaminya (hyperosmia). Tapi, saat saya berbicara pada banyak orang tentang hal ini, ternyata tidak ada yang merasakannya. Bahkan karena keadaan ini, saya juga bisa tahu kapan akan sakit migrain," ungkap wanita bernama Mary Epworth ini.
Hyperosmia adalah keadaan yang terjadi saat meningkatnya kemampuan penciuman seseorang, contohnya dapat mengenali parfum orang di dekatnya. Hyperosmia juga sering terjadi bersamaan dengan sakit kepala, migrain, dan penyakit addison atau penyakit pada kelenjar adrenalin, sehingga produksi hormon steroidnya sedikit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari laman Mirror, Mary merasa tersiksa dengan keadaan yang ia alami hingga saat ini. Ia sering merasa mual dan pusing saat mencium berbagai produk pembersih sehari-hari. Tak hanya itu, ia juga terganggu dengan penyegar udara yang ada di setiap ruangan karena baunya yang mengganggu.
Meski begitu, Mary merasa hidup dengan keadaan hyperosmia adalah hal yang normal. Ia berpikir keadaannya saat ini ada pengaruh dari genetik orang tuanya.
"Aku rasa, keadaan yang ku alami saat ini karena faktor genetik. Ini karena mendiang ayah dan ibuku, keduanya memiliki indera penciuman yang sangat kuat," jelasnya.
(kna/kna)











































