Jumat, 08 Nov 2019 18:10 WIB

Cerita Wanita dengan Dua Rahim, Berhasil Hamil Setelah 6 Kali Keguguran

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi wanita hamil yang sebelumnya mengalami kondisi langka punya dua rahim. Foto: iStock Ilustrasi wanita hamil yang sebelumnya mengalami kondisi langka punya dua rahim. Foto: iStock
Jakarta - Terlahir dengan dua rahim, seorang wanita asal Inggris Nicola Guinness, akhirnya berhasil hamil. Guinness yang berusia 26 tahun dianugerahi bayi laki-laki yang kelak diberi nama Reggie. Terapis kecantikan ini sebelumnya mengalami kondisi langka yang disebut septate uterus.

"Kehamilan ini sangat berarti karena saya selalu bermimpi jadi ibu sejak usia 18 tahun. Sayangnya saya selalu keguguran dengan usia kehamilan 4 minggu. Rasanya sangat sedih saat hasil diagnosa mengatakan saya tidak bisa hamil. Saya sendiri sebetulnya yakin kondisi ini bisa diatasi, meski dokter belum siap menolong," kata Guinness dikutip dari Daily Mail.


Guinness awalnya didiagnosa mengalami uterus didelphys, kondisi yang hasil scannya nyaris sama dengan septate uterus. Guinness baru menerima hasil diagnosa yang benar sekitar dua tahun lalu. Septate atau double uterus terjadi saat rahim terbagi dua karena dipisahkan lapisan jaringan ikat.

Septate uterus inilah yang mengakibatkan calon bayi tidak bisa bertahan hidup hingga Guinness harus menghadapi 6 kali keguguran. Lapisan dinding menghalangi suplai makanan dan oksigen pada bayi yang berdampak buruk pada tumbuh kembangnya. Halangan tersebut pada akhirnya mengancam keselamatan bayi.

Guinness sempat meminta pihak National Health Service (NHS) untuk operasi namun tak membuahkan hasil. Dia juga sempat mempertimbangkan pinjam rahim saudara perempuannya demi bisa menjadi ibu.

Harapan Guinness mulai terjawab saat seorang dokter dari Ipswich Hospital yang tidak disebutkan identitasnya menawarkan operasi. Tindakan medis menghilangkan lapisan dinding pada Oktober 2018 tersebut berhasil mengubah hidup Guinness. Sekitar 8 bulan setelah operasi, Guinness berhasil hamil dengan kepala rahim dan vagina yang masih terbelah dua.


Kondisi septate uterus biasanya tidak bergejala, namun Guinness mengatakan bisa merasakan lapisan dinding yang membelah rahimnya. Dia juga kerap mengeluarkan banyak darah saat datang bulan, hingga tak bisa diatasi dengan tampon. Usai operasi penghilangan dinding yang membagi rahim, Guinness masih pesimis bisa hamil dan melahirkan.

"Saya merasa sangat pesimis, apalagi sempat melihat ada spot cairan dan rasa sakit seperti saat keguguran. Saat memeriksakan diri ke rumah sakit, ternyata janin masih bertahan dan saya juga dalam kondisi baik. Bahagia sekali dan tidak sabar rasanya segera bertemu dengan bayi saya," kata Guinness.

Saat ini Guinness memilih fokus mempersiapkan diri menjelang kelahiran puteranya. Dia berharap sang putera bisa mendapat cukup nutrisi dan oksigen selama dalam kandungan, mengalami tumbuh kembang dengan baik, dan lahir dalam kondisi sehat.



Simak Video "Proyek 'Dum-Duum', Langkah Polewali Mandar Cegah Kematian Ibu Hamil"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)