Senin, 11 Nov 2019 09:23 WIB

Usus Terlipat, Bayi 2 Tahun Meninggal dengan Bibir Membiru

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Seorang bayi bibirnya membiru dan meninggal karena usus terlipat. Foto ilustrasi: iStock Seorang bayi bibirnya membiru dan meninggal karena usus terlipat. Foto ilustrasi: iStock
Jakarta - Seorang bayi berusia dua tahun harus kehilangan nyawanya akibat penyakit usus terlipat atau intususepsi. Meskipun gejalanya sudah muncul, yaitu bibir membiru dan lemas, petugas kesehatan gagal untuk mendeteksinya.

Intususepsi atau usus terlipat merupakan kondisi yang terjadi saat sebagian usus terlipat dan menyusup ke dalam bagian usus lainnya, dan mengakibatkan penyumbatan atau obstruksi usus. Bayi bernama Myla Deviren akhirnya meninggal karena penyakit tersebut di Rumah Sakit Kota Peterborough.

Sebelumnya, Natalie, ibu dari Myla telah menelepon petugas kesehatan, yaitu NHS 111 dan Herts Urgent Care Limited dan mengatakan, bahwa bayinya dalam keadaan bibir membiru serta terengah-engah. Hal itu dilakukan selama dua kali, namun ia tidak mendapatkan respon.

"Aku menelepon sebanyak dua kali, namun perawat yang menerima panggilan saya tidak memberikan respon seperti mengirim ambulan atau semacamnya," kata Natalie.


Kesehatan Myla mulai menurun sejak 27 Agustus 2015 lalu. Asisten koroner dari Cambridgeshire dan Peterborough, Rosamund Rhodes mengatakan, jika lebih awal dibawa ke rumah sakit, mungkin nyawa bayi itu masih bisa diselamatkan.

"Jika ia segera dibawa menggunakan ambulans dan segera mendapatkan penanganan yang tepat di rumah sakit, mungkin nyawanya dapat diselamatkan. Dan seharusnya, gejala dari penyakit ini sudah disadari sejak awal," ujarnya.

Dikutip dari The Sun, kondisi usus terlipat ini bisa hasil dari bawaan lahir yang dikenal sebagai malrotasi usus. Gejala yang muncul juga tidak selalu sama, seperti muntah berwarna hijau atau cairan empedu, sakit perut, perut bengkak, diare, napas dan detak jantung cepat, serta pendarahan disekitar dubur.

Pihak medis dari Herts Urgens Care Limited mengatakan, turut berduka dan akan berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan yang ada. Mereka juga telah membuat perubahan layanan sejak kematian Myla.

"Kami turut berduka cita atas kematian Myla. Kami juga berkomitmen untuk meningkatkan prosedur pelayanan terutama untuk penyakit pada anak-anak. Kami juga akan banyak belajar dari kejadian ini," ujar pihaknya.



Simak Video "Ini Alasan Jangan Makan Rasa Asam di Pagi Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)