Rabu, 13 Nov 2019 09:00 WIB

Bayi Kembar Laki-Laki Terkecil di Dunia Lahir Hanya Berbobot 450 Gram

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Bayi kembar terkecil ini lahir dengan bobot 450 gram.  Foto ilustrasi: iStock Bayi kembar terkecil ini lahir dengan bobot 450 gram. Foto ilustrasi: iStock
Jakarta - Bayi kembar laki-laki terkecil di dunia lahir setelah usia kehamilan 23 minggu dengan masing-masing berbobot 450 gram. Bayi bernama Joe dan Ashley tersebut berhasil melawan ketidakmungkinan untuk bisa hidup, yang disebut hanya sekitar 1 persen.

Joe dan Ashley menjadi anak kembar terkecil yang mampu bertahan hidup di Inggris. Talia Kates, sang ibu, menyebut kedua anak kembarnya tak lebih besar dari kedua tangannya, bahkan dari botol air mineral 500ml.

"Ashley dan Joe adalah keajaiban kecilku. Aku merasa sangat beruntung dan bersyukur. Mereka sangat langka. Sangat luar biasa untuk berpikir bahwa aku akan melahirkan anak kembar terkecil di dunia," ungkap Talia (32), dikutip dari The Sun.

Talia dan suaminya, Oliver (35) mengaku sangat senang saat mengetahui kehamilan tersebut, apalagi anak mereka adalah anak kembar. Namun di usia kehamilan 17 minggu, muncul tanda-tanda adanya masalah dalam kehamilannya.


Tiga minggu kemudian, Joe dan Ashley lahir saat kantung ketubannya pecah prematur. Saking prematurnya mereka lahir, mata mereka masih menempel menutup dan harus menghabiskan 129 hari di NICU.

"Kami mengalami masalah sebelum lahir, kami disarankan aborsi. Namun ternyata ketuban Joe pecah lebih dulu dan para dokter memberitahu kemungkinan besar dia tidak akan bertahan hidup dan bisa meninggal saat dilahirkan. Kemudian aku menjalani persalinan dan Joe lahir secara normal, Ashley mengikuti dengan metode caesar," tuturnya.

Banyak yang menyebut sangat langka bahwa anak kembar ini bisa bertahan hidup dengan berat badan yang sangat rendah. Beberapa studi juga menunjukkan bahwa anak lelaki yang lahir prematur tidak bisa bertahan lebih kuat ketimbang yang perempuan.

"Hal itu menunjukkan seberapa hebat perjuangan merreka. Dengan prediksi-prediksi buruk ini kami hanya bisa berfokus pada setiap harinya di rumah sakit dan setiap perjalanan (milestone) mereka," kata Talia lagi.

Bagi ia, dan juga Oliver, kejadian ini merupakan pengalaman yang bisa disebut traumatis namun mereka sangat bersyukur Joe dan Ashley bisa ada di sini sekarang. Kedua bayi luar biasa dan ajaib ini membuat keluarga mereka semakin dekat.



Simak Video "Sambut Bahagia Kelahiran Bayi Kembar 3 di Parepare"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)