Jumat, 22 Nov 2019 13:04 WIB

Kelainan Kulit Langka, Pria Ini Jadi Mirip Zombie

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi luka. Foto: thinkstock Ilustrasi luka. Foto: thinkstock
Jakarta - Steve Young (32) mendadak 'berubah' menjadi zombie usai terdiagnosis penyakit kulit langka. Penyakit bernama pyoderma gangernosum (PG) ini membuat wajahnya memiliki luka-luka terbuka yang bernanah, dan di beberapa bagian tubuh lainnya.

Penyakit PG ini bermula dari Desember 2017, dan Steve mengaku telah ke sana kemari untuk mengobati penyakitnya. Ia sampai harus berhenti bekerja dan mencoba untuk bunuh diri dua kali, demikian dilaporkan Fox News.

Tiap hari, selama 30 menit lamanya ia harus mengobati luka terbukanya. Steve juga menjadi enggan untuk keluar rumah untuk menghindari pandangan dan komentar orang-orang lain.

"(Penyakit) ini benar-benar menghancurkan hidupku. Aku bagai terpenjara di rumahku sendiri. Aku bilang diriku nampak seperti zombie. Rasa sakit ini adalah yang paling sakit yang pernah kurasakan dalam hidupku. Satu-satunya cara untuk menjelaskan rasanya seperti orang menusuk-nusukkan pisau di beberapa titik di tubuhmu terus-terusan," terang pria asal Devon, Amerika Serikat ini.


PG merupakan kelainan inflamasi kulit langka yang dimulai dengan bintil merah dan kutil yang nantinya akan terbuka menjadi luka yang membengkak. Menurut National Organization of Rare Disorders, ukuran dan kedalaman luka terbuka bisa berbeda-beda, dan rasanya pasti menyakitkan.

Penyebab penyakit ini belum diketahui, namun orang-orang yang mengidap penyakit gangguan autoimun misalnya seperti penyakit inflamasi usus, lebih sering terkena penyakit ini. Pada kasus Steve, luka terbuka muncul selama 18 bulan secara terus-menerus di beberapa bagian tubuhnya seperti wajah, dada, lengan dan tak hilang meski sudah berobat menggunakan antibiotik.

Mayo Clinic menjelaskan bahwa pengobatan bagi penyakit yang tak bisa dicegah ini memerlukan obat yang berbeda-beda. Walaupun begitu, meski sudah diobati sekalipun, sangat umum bagi luka baru untuk terbentuk kembali di tempat lain.

"Aku sudah mencoba semua pengobatan dan tak ada yang berhasil. Berat badanku pun naik karena steroid yang kukonsumsi. Yang aku inginkan hanyalah hidup normal dan kembali bekerja. Penyakit ini hilang akan menjadi hadiah Natal terbaik bagiku. Dan memberi angin segar," tandasnya.



Simak Video "Wanita Ini Mendadak Alergi Air Usai Melahirkan"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)