Sabtu, 30 Nov 2019 14:24 WIB

Sakit Kepala Tak Sembuh-sembuh, Rupanya Ada 5 Tumor Otak di Kepala Gadis Ini

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Sakit kepala tak sembuh-sembuh, tak tahunya tumor otak (Foto: thinkstock) Sakit kepala tak sembuh-sembuh, tak tahunya tumor otak (Foto: thinkstock)
Jakarta - McKennah Carter (20) tak pernah menyangka kanker kulit melanoma yang pernah ia idap akan kembali lagi. Ditambah lagi, tumor kanker tersebut muncul di organ lain dengan jumlah yang tak tanggung-tanggung.

Pada 2017, Carter terdiagnosis kanker kulit stadium satu yang berasal dari tahi lalat di punggungnya. Ia berasumsi tetap berada dalam status remisi atau bebas kanker usainya, namun rupanya justru ia menemukan lima tumor kanker muncul di otaknya setahun kemudian.

Awalnya ia mengalami gejala mirip flu dan migrain selama sebulan lamanya. Tumor terbesar berukuran 2,5 sentimeter, dan tak hanya berada di otak tapi juga tersebar ke hati, paru-paru, kelenjar limfe, dan tulang. Carter didiagnosis kanker kulit melanoma stadium empat yang sangat berbahaya

"Saat (kanker kulit) menyerang aku tak memberitahu siapapun dan nyaris malu. Aku tak ingin orang melihatku sebagai gadis pengidap kanker. Aku diberitahu bahwa kemungkinan kanker ini akan kembali lagi sedikit. Setidaknya aku tak perlu mengkhawatirkannya seumur hidupku," kata Carter, dikutip dari Daily Mail.



Carter kini sedang menjalani radioterapi untuk membunuh sel-sel kanker setelah diagnosisnya, namun tumor tersebut bandel dan kondisinya semakin memburuk. Akhirnya ia terpaksa menjalani operasi otak untuk mengangkat tumor yang mulai berdarah.

Bulan berikutnya, ia menjalani operasi kedua untuk mengangkatkan tumor yang menekan saraf optik dan berdampak pada penglihatannya. Namun pada April 2018, dokter menyebutkan pengobatannya tak berjalan dan tumor di livernya bertumbuh semakin besar dan mengatakannya untuk bersiap-siap akan hal yang terburuk.

"Untuk pertama kalinya, aku merasa seakan bisa mati. Mungkin akan mengagetkan beberapa orang namun di luar diagnosisku aku tak pernah mempertanyakan seberapa lemah kesempatan hidupku atau kemungkinan hidupku akan berhenti," ujarnya.

Sebagai percobaan terakhir, Carter mencoba menjalani terapi tumour infiltrating lymphocyte (TIL), yang melibatkan menyingkirkan sel-sel T yang melawan kanker yang dilepaskan sistem imun dan menumbuhkan mereka dalam jumlah banyak di laboratorium.

Setelah itu, sel-sel ini dimasukkan kembali di dalam pengidap. Dalam jumlah banyak, sel-sel T ini lebih kuat dalam melawan tumor agresif. TIL menghambat pertumbuhan tumor sekitar 16 persen dalam pasien, Carter melalui terapi ini dengan positif.

"(Penyakit) ini membantuku menjadi orang yang lebih kuat, berani, dan lebih damai. Ia terproduksi dalam tubuhku dengan kegigihan saat berjuang. Dan juga memberiku rasa kasih pada orang lain dan pemahaman pada pengidap lainnya," pungkasnya.



Simak Video "Kenali Metastasis dan Proteksi Dini Tumor Ganas"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)