Senin, 09 Des 2019 15:01 WIB

Serangan Panik Wanita Ini Ternyata Tanda Tumor Otak

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi tumor otak. Foto: thinkstock Ilustrasi tumor otak. Foto: thinkstock
Jakarta - Catherine Wilcockson (36) telah mengalami kelelahan yang tak dapat dijelaskan penyebabnya selama satu tahun terakhir. Namun pada Desember tahun lalu, ia merasakan serangan panik yang luar biasa.

Dokter pun mengira Catherine mengalami gangguan derealisation, yaitu perasaan seperti sedang mengamati diri sendiri dari luar tubuh atau memiliki perasaan bahwa hal-hal di sekitarnya tidak nyata, atau keduanya. Catherine pun diresepkan obat anti-depresan.

"Saya menonton video tentang bagaimana perasaan orang (dengan penyakit mental seperti derealisation dan serangan panik) dan itu benar-benar cocok dengan perasaan saya," ungkap Catherine dikutip dari Metro.

Obat-obatan anti-depresan yang dikonsumsinya tidak memberikan efek nyata, Catherine masih terus mengalami serangan panik hingga kejang dan kepalanya terbentur. Catherine pun dilarikan ke rumah sakit Northern General, Inggris.



Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, hasil CT scan pun mengejutkan. Catherine memiliki tumor besar di otaknya. Ia percaya tumornya sudah tumbuh sejak usianya enam tahun dan memengaruhi personalitinya dari waktu ke waktu.

"Saat aku melihatnya (tumor) beberapa kali di layar, itu terlihat seukuran sebuah apel," imbuhnya.

Beruntungnya, tumor yang dimiliki Catherine bisa diangkat melalui operasi. Namun kemungkinan untuk tumbuh kembali masih cukup besar. Ia pun kini tengah menunggu kesempatannya untuk kemoterapi.

"Setelah apa yang aku alami dengan misdiagnosis, aku menyarankan orang lain untuk menyelidiki sepenuhnya jika ada yang tidak beres dengan dirimu. Dari apa yang aku alami, dokter dan pasien harus perlu lebih waspada," pungkasnya.



Simak Video "Kemenkes RI Sebut Belum Ada Vaksin untuk Virus Corona China"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)