Jumat, 07 Feb 2020 10:30 WIB

Haru, Ibu 90 Tahun Berjuang Sendirian Merawat Anaknya yang Positif Virus Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jepang dan Korsel Akan Kirim Pesawat Sewa untuk Evakuasi Warganya dari Wuhan Banyak yang tidak ingin terkena virus corona hingga menjauhi keluarganya. (Foto: DW (News))
Jakarta -

Melihat bahwa virus corona menyebar dengan sangat cepat, orang-orang mulai khawatir berlebihan dan melakukan apa saja agar terhindar dari risiko terinfeksi. Beberapa bahkan sangat egois hingga tidak mengunjungi anggota keluarga mereka yang terinfeksi.

Namun hal tersebut bukan menjadi penghalang bagi ibu yang sudah berusia lebih dari 90 tahun. Ia tak merasa takut di dekat anaknya yang positif virus corona jenis baru atau 2019-nCoV.

Dikutip World of Buzz dari China Press, seorang dokter menceritakan wanita berusia senja datang menemuinya di pagi buta, 3 Februari lalu. Dokter pun bertanya mengapa ia sendirian dan tidak ada anggota keluarganya yang menemaninya ke rumah sakit.

Ibu tersebut lalu berkata bahwa ia sedang merawat anaknya yang terinfeksi virus corona dan sedang diisolasi di unit perawatan intensif atau ICU. Dengan sedih, ia berkata anggota keluarganya yang lain tidak datang berkunjung karena takut terinfeksi. "Ini tidak menjadi masalah untukku," sebutnya.

Sebelum meninggalkan rumah sakit, ia meminjam pena dan kertas dari perawat untuk menulis pesan kepada putranya sebagai pemberi semangat.

"Nak, bertahanlah. Kamu harus kuat. Kalahkan penyakitnya dan dengarkan apa kata doktermu. Alat pernapasan memang tidak nyaman, tapi kamu harus tetap bertahan," tulisnya.



Simak Video "Mengenal 'Remdesivir' yang Digadang Jadi Antivirus Corona 2019-nCoV"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)