Minggu, 16 Feb 2020 11:36 WIB

Hati-hati, Gadis Ini Jarinya Nyaris Diamputasi Akibat Kebiasaan Gigit Kuku

Siti Masluha - detikHealth
ilustrasi gigit kuku Kebiasaan menggigit jari bisa berakibat fatal (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Beberapa orang memiliki kebiasaan buruk menggigit kuku jari mereka karena beberapa alasan. Padahal kebiasaan menggigit kuku merupakan sesuatu yang dapat merugikan kesehatan kamu, lho.

Misalnya jika kuku kamu kotor. Kebiasaan gigit kuku tentu akan akan membuat kuman dan bakteri masuk ke dalam tubuh.

Seorang mahasiswi berusia 18 tahun di Texas telah merasakan akibat buruk karena sering menggigit kukunya. Gadis bernama Lauren Nichols berbagi kisahnya dengan memposting sebuah video tiktok baru-baru ini. Ia hampir kehilangan salah satu jari setelah terkena infeksi karena menggigit kukunya. Awalnya Lauren mengira luka pada jarinya hanya memar biasa.

"Ujung jari saya hampir diamputasi karena kebiasaan menggigit kuku," ucapnya.

Masalah ini bermula pada 8 Januari, ketika dia bangun dan melihat ada titik hijau pada bagian kiri kutikula jari tengahnya. Awalnya, dia pikir itu hanya memar, sehingga dia mengabaikannya, tetapi pada 9 Januari ia memutuskan untuk memeriksanya.

"Ternyata itu adalah paronychia, atau infeksi kutikula" katanya dalam video tiktok.

Dokter memberinya antibiotik, dan dia pikir itu akan sembuh. Namun, kondisinya semakin memburuk setelah beberapa hari.

"Pada 10 Januari, itu jauh lebih bengkak dan lebih merah, bagian hijaunya juga telah berkembang, jadi antibiotik itu tidak berfungsi," jelasnya.

Akhirnya Lauren kembali ke dokter, dan dokter mengatakan bahwa dia perlu operasi, khususnya pembersihan terapi dan untuk menghilangkan infeksi.

"Dokter mengatakan kepada saya bahwa dia harus mengamputasi ujung jari orang karena infeksi yang terlalu buruk dan saya beruntung, saya datang disaat yang tepat," tambah Lauren.

Terapi yang ia lakukan membantunya sembuh tanpa harus menjalani amputasi. Dan hal ini menjadi pelajaran untuk Lauren untuk berhenti dari kebiasaan menggigit kuku.



Simak Video "Mengatasi Gangguan Psikosomatik Akibat Informasi Corona yang Membeludak"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)