Selasa, 17 Mar 2020 19:39 WIB

Baru 2 Pekan Pulang dari RS, Pria Ini Dinyatakan Positif Corona Lagi

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
BEIJING, CHINA - JANUARY 30: A sign instructs shoppers to wear protective masks at a mall on January 30, 2020 in Beijing, China. The number of cases of a deadly new coronavirus rose to over 7000 in mainland China Thursday as the country continued to lock down the city of Wuhan in an effort to contain the spread of the pneumonia-like disease which medicals experts have confirmed can be passed from human to human. In an unprecedented move, Chinese authorities put travel restrictions on the city which is the epicentre of the virus and neighbouring municipalities affecting tens of millions of people. The number of those who have died from the virus in China climbed to over 170 on Thursday, mostly in Hubei province, and cases have been reported in other countries including the United States, Canada, Australia, Japan, South Korea, and France. The World Health Organization has warned all governments to be on alert, and its emergency committee is to meet later on Thursday to decide whether to declare a global health emergency. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images) Ilustrasi virus corona (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Seorang pria asal Jepang terinfeksi virus corona COVID-19 untuk yang kedua kalinya setelah dua minggu dinyatakan sembuh.

Dikutip dari Daily Mail, pria yang berusia 70-an itu awalnya terinfeksi pada saat berada di kapal pesiar Diamond Princess. Ia pertama kali dinyatakan positif pada 14 Februari.

Namun setelah dinyatakan negatif virus corona dan diizinkan pulang dari rumah sakit, dua minggu kemudian ia merasakan demam yang cukup tinggi hingga 39 derajat celcius.

Pria itu pun akhirnya di bawa kembali ke rumah sakit, dan setelah melalui serangkaian pengecekan ia dinyatakan positif virus corona.

Para ahli pun merasa khawatir dan curiga bahwa virus corona bisa menjadi infeksi 'persisten'. Artinya virus itu bisa tidak aktif selama bertahun-tahun, namun sewaktu-waktu bisa kambuh kembali.Kejadian ini bukanlah yang pertama kali terjadi, lantaran beberapa waktu lalu juga sempat ada pasien yang terinfeksi virus corona kembali setelah dinyatakan sembuh.

"Tak mungkin mereka bisa terinfeksi kembali setelah sembuh. Karena kemungkinan besar sistem imunnya akan lebih kuat dan kebal terhadap virus, sehingga mencegah terjadinya infeksi ulang," kata ahli virologi di University of Leeds, Professor Mark Harris.

"Kemungkinan lain adalah virus itu tidak hilang sepenuhnya di dalam tubuh, tetapi tetap melakukan infeksi secara terus-menerus," tuturnya.



Simak Video "WHO Sebut 3 Tempat yang Mudah Tularkan Virus Corona "
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)