Jumat, 27 Mar 2020 11:20 WIB

Kisah Haru Perawat ICU Hadapi Pandemi Corona: Seperti di Zona Perang!

Ayunda Septiani - detikHealth
Faktor Pengaruh Tingginya Rasio Kematian Akibat COVID-19 di Indonesia Ilustrasi virus corona COVID-19 (Foto: DW News)
Jakarta -

Wabah virus corona COVID-19 tidak hanya menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat. Karena jumlah pasien virus corona COVID-19 kian bertambah, tidak sedikit tim medis merasa lelah hingga trauma, dikarenakan jumlah pasien positif corona COVID-19 terus bertembah.

Seperti yang terjadi di Amerika Serikat. Dikutip dari Metro.co.uk, seorang perawat tampak trauma menghadapi pasien COVID-19. Dia menangis sedih mengingat bertambahnya pasien dengan kondisi yang memburuk dan membuat rumah sakit dibanjiri oleh pasien.

Perawat ICU (Intensive Care Unit) dari Southeast, Michigan, AS yang tidak disebutkan namanya ini bercerita, ia merekam video dirinya dalam mobil, dan melampiaskan kelelahannya setelah 13 jam kerja. Dia menceritakan penderitaannya, tentang banyaknya korban dari COVID-19. Dan memperingati kepada semua orang, agar tidak menganggap sepele wabah virus corona ini.

"Aku tidak tahu apa yang baru saja terjadi selama 13 jam terakhir. Sejujurnya, saya merasa seperti bekerja di zona perang," kata perawat itu, yang diidentifikasi sebagai Melissa Steiner.

Menurut LinkedIn Steiner, ia bekerja sebagai perawat yang terdaftar di Beaumont Health. "Saya benar-benar terisolasi dari anggota tim saya, sumber daya yang terbatas, persediaan terbatas, respons terbatas dari dokter, karena mereka sama kewalahannya dengan kita yang berurusan dengan banyak hal lain." ujarnya

"Jadi saya menghabiskan 13 jam untuk merawat dua pasien COVID-19 yang sakit kritis dengan ventilator. Jadi, demi semua orang tolong menganggap ini serius," lanjutnya.

Pada 26 Maret 2020 diakuinya, permohonan permintaan perawat di negaranya terus bertambah karena kondisi kesehatan paramedis yang telah berjuang untuk mengatasi wabah virus corona mulai memburuk. Michigan adalah negara bagian dengan jumlah kasus terbanyak kelima di negara Amerika Serikat dengan lebih dari 2.200 orang terinfeksi dan sedikitnya 43 kematian.

Pada hari Rabu, dua rumah sakit utama di Detroit melaporkan bahwa jumlah pasien coronavirus yang dirawat melebihi kapasitas. AS memprediksi akan ada tambahan 16.000 kasus COVID-19 yang akan datang pada 4 April 2020, menurut Menteri Kesehatan, yang mengatakan mereka saat ini memiliki 25.000 tempat tidur dengan rata-rata sekitar 80 persen sudah terisi.

Dan hari Kamis 26 Maret 2020, AS melaporkan kasus coronavirus melonjak melewati 68.800 dan angka kematian melampaui 1.000.



Simak Video "Inilah Sumber Penularan Virus Covid-19 ke Kelompok Rentan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)