Kamis, 09 Apr 2020 20:31 WIB

Diduga Sengaja Sebarkan Corona, Gadis 18 Tahun Dianggap Teroris

Ayunda Septiani - detikHealth
Batuk Remaja dianggap teroris karena mengaku sengaja sebarkan virus Corona. (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Polisi di Texas menangkap seorang wanita berusia 18 tahun yang diduga sengaja menyebarkan virus Corona COVID-19. Gadis bernama Lorraine Maradiaga tersebut diketahui telah membuat serangkaian video melalui media sosial Snapchat dan mengaku dirinya terinfeksi virus Corona.

Dikutip dari Insider, petugas kepolisian di Carrollton, Texas menangkap Maradiaga pada Selasa (7/4/2020) kemarin, beberapa hari setelah videonya muncul di media sosial.

Setelah diperiksa pihak rumah sakit, ternyata Maradiaga tidak terinfeksi sama sekali. Hasilnya tesnya pun negatif. Polisi mengatakan gadis itu akan digugat dengan tuduhan membuat ancaman terorisme dan kejahatan tingkat tiga karena kebohongan yang ia bagikan melalui video.

Juru bicara kepolisian, Jolene DeVito, mengatakan pihaknya mengetahui video ini pada Sabtu (4/4/2020), setelah beberapa pengguna media sosial menandai departemen kepolisian dalam video yang diunggah Maradiaga.

DeVito mengungkapkan, salah satu video yang diyakini direkam di tempat Maradiaga melakukan test drive-thru untuk COVID-19. Saat itu pun petugas kesehatan terekam sedang menyuruh Maradiaga untuk menunggu hasil tesnya di rumah. Sedangkan video kedua terlihat Maradiaga berada di toko.



"Aku di sini di Walmart akan menulari setiap orang, soalnya kalau aku sakit, kalian semua juga harus sakit," ujarnya dalam video yang ia rekam.

Video ketiga memperlihatkan ia batuk-batuk di mobil dan dalam video keempatnya diketahui gadis ini mengatakan kepada pengikutnya, bahwa siapa yang ingin meninggal bisa menghubungi gadis tersebut.

"Jika kalian ingin terinfeksi virus corona dan meninggal, hubungi aku. Aku akan menemuimu dan memperpendek hidupmu."

Polisi mengatakan Maradiaga menyerah diri pada Selasa pagi dan mengaku negatif saat dites virus corona.

Dia pun ditahan di Penjara Denton County, Denton, Texas, dan diminta untuk karantina selama 21 hari setelah ia dibebaskan dari tahanan bila mau membayar denda senilai 20.000 USD atau sekitar Rp 324 juta.



Simak Video "Satgas Sebut Banyak Orang Masih Tak Percaya Bahaya Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)