Kamis, 18 Jun 2020 20:19 WIB

Menangis Terlalu Keras, Paru-paru Bayi Baru Lahir Ini Kolaps

Ayunda Septiani - detikHealth
Newborn child baby having a treatment for jaundice under ultraviolet light in incubator. A neonatal intensive care unit (NICU), intensive care nursery (ICN) for premature newborn infants Paru-paru seorang bayi kolaps karena menangis terlalu keras. (Foto: iStock)
Jakarta -

Seorang bayi yang lahir prematur menjalani perawatan intensif selama 2 minggu, setelah diketahui paru-parunya kolaps akibat menangis terlalu keras.

Dilansir dari laman Fox News, bayi tersebut bernama Robyn Theaker. Ia lahir prematur pada bulan Maret, lima minggu lebih awal dengan berat lahir hanya sekitar 2,3 Kg.

Setelah persalinan, bayi itu mengalami kesulitan bernapas. Hasil pemeriksaan rontgen menunjukkan ada lubang kecil di kedua paru-paru.

Kylie, ibu Robyn mengatakan kondisi ini menyebabkan banyak udara masuk ke paru-paru anaknya ketika berteriak dan menangis. Robyn akhirnya harus dirawat secara intensif selama 11 hari.

"Selama 11 hari saja sudah terasa seperti 11 bulan. Saya merasa kesepian kala itu. Biasanya Anda akan ditemani keluarga untuk melewatinya bersama-sama, namun saat itu hanya ada saya dan Robyn," kata Kylie yang menjelaskan adanya pembatasan pengunjung karena pandemi COVID-19.

"Tidak ada hal lain yang saya pikirkan, rasa kekhawatiran saya padanya benar-benar menguras tenaga. Tidak ada yang bisa saya lakukan, selain menemaninya dan saya mengerti dia sangat kesakitan," lanjutnya.

Dokter pun melakukan tindakan drainase dada untuk membantu Robyn bernapas. Setelah beberapa hari, kondisi Robyn mulai menunjukkan peningkatan selama masa perawatan intensif dan akhirnya bisa bernapas sendiri tanpa bantuan alat pernapasan.

Setelah mendapatkan perawatan, Robyn diperbolehkan pulang ke rumah. Kyle sempat khawatir kemungkinan anaknya terinfeksi virus Corona COVID-19.

"Beberapa minggu pertama di luar rumah sakit, saya justru tidak bisa tenang. Saya hanya melihat dan menunggunya bila ada sesuatu yang salah," pungkas ibunya.



Simak Video "Harumnya Juara! Bedak Aroma Telon untuk Si Kecil"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)