Rabu, 14 Apr 2021 10:43 WIB

Alergi Sinar Matahari, Wanita Ini 28 Kali Divonis Kanker Kulit

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kulit gatal Foto: iStock
Jakarta -

Seorang wanita terpaksa menghabiskan sepanjang hari di dalam ruangan agar terhindar dari sinar matahari. Pasalnya, wanita berusia 28 tahun ini hidup dengan penyakit langka bernama xeroderma pigmentosum, alergi sinar matahari.

Akibatnya, Andrea Ivonne Monroy sudah divonis kanker kulit hingga 28 kali. Kondisi ini juga menyebabkan dirinya menopause dini, di usia 23 tahun.

Meski sulit, blogger asal Amerika Serikat ini mengaku sudah menerima kondisinya. Butuh waktu cukup lama untuk akhirnya berani terbuka dan bercerita soal penyakit langka yang diidapnya.

Gejala awal

Mulanya, ia hanya merasakan gejala di wajahnya, muka Ivonne cepat memerah saat terpapar sinar matahari. Gejala ini kerap muncul meskipun dirinya sudah memakai sunblock.

"Kondisi saya membuat tubuh saya tumbuh lebih cepat dan saya yakin itulah sebabnya saya mulai mengalami muka memerah pada usia 23 tahun," katanya, dikutip dari Mirror UK.

Tiba saatnya ketika ia didiagnosis kanker kulit dan harus membatasi aktivitas di siang hari. Hingga akhirnya sama sekali tak boleh terpapar sinar matahari karena kondisi tak kunjung membaik.

"Aku telah menjalani beberapa operasi untuk mengangkat kanker kulit selama hidupku, dan diagnosis terbaru menunjukkan aku mengidap kanker karsinoma sel basal. Aku juga sebelumnya mengidap melanoma dan banyak sel prakanker," ceritanya.

Sebagai wanita yang tak pernah memimpikan memiliki anak, ia tak ambil pusing saat dinyatakan menopause dini. Ia bahkan bersyukur masih diberikan kesempatan hidup.

"Sulit memiliki kondisi ini dan terkadang saya merasa ingin menyerah. Tetapi saya selalu diingatkan untuk bersyukur bahwa saya di sini masih hidup," lanjut Ivonne.

Ivonne hanya keluar di siang hari saat memiliki janji dengan dokter. Ia pun harus memakai baju lengan panjang, topi, hingga pelindung wajah yang benar-benar melindunginya dari sinar matahari.



Simak Video "Mengenal Rekonstruksi Payudara untuk Penyintas Kanker"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)