Senin, 03 Mei 2021 19:03 WIB

Badan 'Habis' Digerogoti Bakteri, Wanita Ini Sampai Harus Belajar Jalan Lagi

Vidya Pinandhita - detikHealth
Tangkapan layar Tiktok @christabellaca (atas izin yang bersangkutan) Foto: Tangkapan layar Tiktok @christabellaca (atas izin yang bersangkutan)
Jakarta -

COVID-19 membuat Christa sebulan mendekam di rumah sakit. Meski telah dinyatakan hasil negatif COVID-19, wanita baru berusia 22 tahun asal Tangerang ini harus menjalani perawatan intensif lantaran tubuhnya 'habis' digerogoti bakteri.

Kisah pilu tersebut ia bagikan lewat akun Tiktok @christabellaca dan sudah ditonton oleh oleh sekitar 3,4 juta pengguna.

"Aku isolasi mandirilah selama 2 minggu. Selama aku isolasi mandiri itu 2 minggu aku cuma ngerasa pilek aja, dan di minggu kedua itu aku sempat ngerasa sakit kepala tapi cuma 2-3 hari saja. Habis itu sisanya aku biasa saja sih, selama COVID aku seminggu sekali selalu swab," terangnya pada detikcom, Kamis (29/4/2021).

Gejala minim membuat Christa berpikir, pemulihannya akan cepat. Semasa isolasi, Christa mengaku, memang makan banyak. Namun, asal kenyang tanpa asupan buah dan sayur.

Setelah 2 minggu isolasi, kondisi tubuh Christa membaik dengan CT Value 38. Namun kondisi baiknya tak bertahan lama. Esok harinya, Christa mengalami sakit kepala dan demam. Lantaran tak kunjung mereda, Christa dilarikan ke RS Bethsaida, Tangerang.

"Pertama trombositnya normal, tiba-tiba drop. Kalau trombosit drop, kita pikir dia demam berdarah. Dicek beberapa kali, DBD nggak ada. PCR 2 kali negatif," terang Monica, ibu dari Christa, Sabtu (1/4/2021).

Setelah 5 hari menjalani perawatan, demamnya tak mereda hingga mencapai titik tertinggi 40,3 derajat celcius. Tekanan darahnya anjlok ke 60/30 sehingga Christa harus diboyong ke ICU.

Menurut pemeriksaan kultur darah, Christa terinfeksi bakteri. Diduga, disebabkan oleh imun memburuk sejak terinfeksi COVID-19.

"Imunnya melemah jadi masuklah bakteri. Karena imunnya, protein untuk mengantar ke seluruh tubuh, yang namanya albumin itu berkurang jadi dia drop. Bakterinya jenis apa, sampai kultur darahnya berhasil pun ngga ketahuan. Infeksinya menyebar ke paru, jantung, pengaruh obat juga ke liver pencernaan," imbuh Monica.

Kasus long post COVID pada Christa membuat para dokter bingung lantaran Christa tak memiliki riwayat penyakit berat dan masih berusia belia. Terlebih, gejala COVID-19 pada Christa amat minim.

Christa akhirnya pulang ke rumah pada Jumat (23/4/2021) setelah menjalani 29 hari perawatan. Sembari tubuhnya perlahan memulih, kini Christa harus menjalani fisioterapi untuk belajar batuk, memegang, hingga berjalan lantaran tubuhnya terlalu lama tiduran.



Simak Video "Persiapan yang Harus Dilakukan untuk Menuju Endemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)