Kamis, 17 Jun 2021 22:22 WIB

Kisah Pilu Ibu Positif COVID-19, Meninggal 6 Hari Usai Melahirkan Putrinya

Ardela Nabila - detikHealth
Silhouette of pregnant woman Foto: iStock
Jakarta -

Seorang bayi berusia 8 hari lahir pada 3 Juni lalu melalui tindakan operasi caesar. Bayi bernama Danisha Hanin Ayu tersebut lahir prematur di usia kehamilan 33 minggu.

Ternyata, Danisha terpaksa menjalani kelahiran prematur lantaran ibunya terinfeksi virus Corona. Usai kelahirannya, ibu Danisha harus menjalani perawatan di RS Fatmawati. Namun, setelah enam hari pasca kelahirannya, Danisha harus kehilangan ibunya.

Menurut Sendhie Ferdian, ayah Danisha, kondisi Danisha kini semakin membaik. Walaupun masih berada di dalam inkubator, Danisha tak lagi menjalani perawatan di ruang ICU RS Fatmawati.

Hanya saja, berat badan Danisha masih belum stabil. Hingga saat ini, Sandhie belum tahu kapan putrinya itu bisa kembali bersama keluarga.

"Alhamdulillah membaik ya, kemarin baru ditengok. Cuma berat badan memang turun, kata pihak rumah sakit itu normal karena sedang menyesuaikan diri. Pas kemarin lahir beratnya 1,9 kg, sekarang menjadi 1,7 kg. Cuma memang belum tahu kapan bisa pulang," kata Sendhie, dikutip dari HaiBunda.

Menurut Sendhie sebagaimana yang dijelaskan oleh suster kepadanya, kondisi kesehatan Danisha kini sudah membaik. Kini, sang putri tengah menyesuaikan diri untuk bernapas tanpa bantuan alat pernapasan.

"Kemarin suster menjelaskan kalau saya cuma suruh bawa minyak kelapa karena untuk kulit bayi kering karena di inkubator. Dibilang kondisinya sudah bagus, tidak ada alergi," jelasnya.

"Paru-paru bagus, sekarang lagi di-treatment untuk mengurangi oksigen. Oksigennya diturunkan pelan-pelan biar dia terbiasa tanpa bantuan oksigen atau untuk melatih pernapasan," lanjutnya.

Ketika dilahirkan, Danisha sebenarnya tidak terpapar COVID-19, sehingga ia pun terpaksa dijauhkan dari ibunya yang positif COVID-19. Saat merawat sang ibu, Ayu, dokter telah berusaha melakukan yang terbaik untuknya.

"Meninggalnya tanggal 9 Juni. Sempat dirawat, cuma sudah dilakukan yang terbaik oleh rumah sakit, sudah lakukan treatment cuci darah dan mengganti plasma darah di tanggal 8. Di pagi tanggal 9 Juni, istri saya drop dan jam 10.15 meninggal dunia," pungkas Sendhie.

Lebih lanjut, Sendhie juga menceritakan kisah awal mula istrinya positif COVID-19. Ia mengaku, dirinya juga sempat terpapar virus tersebut dan menjalani perawatan. Bagaimana kisahnya?

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA



Simak Video "Persiapan yang Harus Dilakukan untuk Menuju Endemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)