Jumat, 30 Jul 2021 21:23 WIB

Kisah Pilu Dokter RI Meninggal Usai Melahirkan karena Terinfeksi Corona

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
dr Gesti Wira Nugrayekti dan suami Foto: dok. pribadi (atas izin yang bersangkutan)
Jakarta -

Begitu banyak kisah duka yang terjadi selama pandemi COVID-19. Salah satunya dialami oleh seorang dokter bernama dr Gesti Wira Nugrayekti yang meninggal dunia usai terinfeksi virus Corona varian Delta (B1617.2).

Menurut keterangan sang suami, Sunni Nugraha Pribadi, istrinya meninggal dunia setelah melahirkan seorang anak. Ia terinfeksi virus Corona ketika sedang hamil.

"Jujur sampai sekarang, saya masih merasa mimpi, karena Gesti itu orang yang sehat. Penyakit bawaan pun ringan. Saya lihat orangnya aktif dan masih muda, masih 24 tahun," kata Sunni dalam konferensi pers Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jumat (30/7/2021).

Sunni bercerita, istrinya merupakan seorang dokter PPDS (program pendidikan dokter spesialis) Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

"Pekerjaan istri saya itu residen anestesi. Memang residen anestesi di Unair itu istri saya masih semester awal," ujarnya.

Ketika bertugas di Unair, Sunni mengatakan istrinya belum menangani pasien COVID-19 secara langsung, bahkan cenderung hanya melakukan koordinasi secara online. Namun, ada beberapa hari di mana dr Gesti harus datang ke rumah sakit.

"Jadi memang di situ mungkin terpaparnya, walaupun mungkin tidak berpapasan langsung dengan pasien COVID," ucap Sunni.

Kala itu, dr Gesti langsung melakukan isolasi mandiri di rumah. Sunni menjelaskan tak ada satu pun anggota keluarga yang dinyatakan positif COVID-19 selain istrinya. Maka dari itu, ia menduga dr Gesti tertular virus Corona ketika bertugas di rumah sakit.

"Sampai 3 hari, kondisinya kian menurun. Muncul batuk, muncul sesak napas, nah itu yang membuat dia harus ke rumah sakit," katanya.

Ketika di rumah sakit, dr Gesti yang tengah hamil diperiksa kondisi kehamilannya oleh dokter dan diputuskan untuk segera melakukan operasi caesar. "Air ketubannya sudah sedikit, sehingga harus dilakukan operasi caesar," ungkap Sunni.

Sunni mengatakan operasi caesar istrinya berjalan lancar dan anaknya langsung dibawa masuk ke ruang NICU (neonatal intensive care unit) untuk mendapatkan perawatan. Hasil tes PCR (polymerase chain reaction) sang buah hati menunjukkan tanda negatif COVID-19.

Selepas operasi pun kondisi dr Gesti sempat menunjukkan tanda membaik, bahkan ia optimis bisa sembuh dari virus Corona. Namun, tak lama kemudian, tiba-tiba kondisinya menjadi memburuk.

"Ternyata kondisi varian Delta-nya ini sudah semakin ganas, di mana sudah menyerang 2/3 paru-parunya," kata Sunni.

"Varian Delta ini ternyata nggak cuma menyerang di paru-parunya saja, tapi dia juga menyerang ke pembuluh darah yang menuju jantung. Ini yang membuat saya shock sekali, kenapa jantungnya juga sampai kena," jelasnya.

Melihat kondisi sang istri yang kian memburuk, Sunni terus berusaha dan berdoa serta meminta bantuan kepada dokter yang merawatnya agar memberikan penanganan yang terbaik. Namun, dr Gesti dilaporkan meninggal dunia pada 22 Juli 2021 setelah berjuang melawan ganasnya infeksi virus Corona.

"22 Juli, Kamis malam, malam Jumat, istri saya sudah dipanggil menghadap Tuhan yang maha kuasa," ucap Sunni.

dr Gesti belum divaksinasi COVID-19

Sunni mengatakan istrinya belum divaksinasi COVID-19. Pasalnya, ketika para tenaga kesehatan sudah mulai disuntik satu per satu, dr Gesti sudah dalam keadaan hamil.

"Baru sekitar Maret-April nakes di Soetomo mulai mendapat vaksin. Tapi istri kan saya sudah hamil pada Januari 2021, jadi memang belum sempat dapat vaksin," jelasnya.

"karena belum ada rekomendasi vaksinasi untuk ibu hamil," tuturnya.

Sunni pun berharap vaksinasi COVID-19 kepada ibu hamil bisa segera dilakukan, sehingga tidak ada lagi ibu hamil yang meninggal karena terinfeksi virus Corona.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)