Selasa, 17 Agu 2021 10:04 WIB

Cerita Lansia Usia 100 Tahun yang Sembuh dari COVID-19 Usai Divaksin

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Lansia penerima vaksin COVID-19 tertua di RI bersama anaknya. Foto: KPCPEN
Jakarta -

Vaksin COVID-19 terbukti memberikan perlindungan dan mencegah keparahan hingga kematian pasien Corona. Efektivitas vaksin COVID-19 dalam mencegah keparahan gejala juga ditemukan pada usia lansia.

Eddy Yoshawirja adalah penerima vaksin tertua di Indonesia pada saat usianya 99 tahun. Ia menjalani vaksinasi COVID-19 di RS Santo Borromeus, Bandung, pada awal Maret 2021.

Keputusan Eddy untuk vaksinasi tak lepas dari dukungan keluarganya. Sang anak, Benny Bernadus, mengatakan setelah berdiskusi mengenai pemberian vaksin, mereka sekeluarga sepakat agar Eddy divaksinasi.

"Vaksin COVID-19 ini sangat menolong. Vaksin adalah penyelamat ayah saya saat terkena COVID-19," kata Benny saat hadir mendampingi Eddy Yoshawirja secara virtual dalam Forum Diskusi yang diselenggarakan KPCPEN, Jumat (13/8/2021).

Benny bercerita, selang beberapa lama usai menerima vaksin COVID-19, Eddy terkonfirmasi positif. Setelah ditelusuri, ia ternyata tertular dari salah satu perawatnya.

Sang anak mengatakan perawat tidak tahu dirinya sudah terinfeksi Corona hingga akhirnya menularkan virus tersebut pada Eddy.

Awal mula sang ayah terkonfirmasi positif COVID-19 diketahui keluarga berdasarkan gejala batuk yang dideteksi seorang dokter RS Borromeus, Bandung, Jawa Barat, saat berkunjung untuk memantau perawatan rutin Eddy di rumah.

"Kebetulan ada dokter yang setiap dua bulan sekali datang ke rumah, lalu melihat kondisi ayah saya kurang sehat dan batuk," katanya.

Eddy juga sempat diinfus selama dua hari setelah terinfeksi virus Corona dan sempat dibantu oksigen. Beruntung rata-rata saturasi oksigen selama dirawat tidak kurang dari 90.

Setelah sekitar dua pekan menjalani isolasi mandiri, kata Benny, sang ayah mulai menunjukkan kondisi kesehatan yang semakin membaik.

"22 Juni 2021 kena, 25 Juni cek antibodi sudah 182,5 ini 4 kali dari normal jadi vaksinnya efektif," ujar Benny.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)