Kamis, 02 Sep 2021 21:00 WIB

Ingin Jadi Pahlawan Super, Bocah 15 Tahun Nekat Suntikkan Merkuri ke Tubuhnya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Laboratory accessories images. Mercury in a sealed ampoule stock photo. Laboratory equipment on a silver background. Hg, toxic chemical element stock images Ilustrasi merkuri (Foto: Getty Images/iStockphoto/Betka82)
Jakarta -

Seorang bocah laki-laki berusia 15 tahun asal India mencoba bereksperimen untuk menjadi pahlawan super favoritnya. Ia dengan sengaja menyuntikkan cairan merkuri ke dalam tubuhnya.

Akibatnya, muncul borok atau luka yang tidak kunjung sembuh di tangan kiri bocah tersebut. Hingga akhirnya ia mengunjungi rumah sakit untuk memeriksakan boroknya.

Awalnya, bocah yang tidak disebutkan namanya itu terinspirasi oleh tokoh pahlawan super di komik favoritnya. Ia ingin menjadi superhero Mercury dari dunia Marvel.

Dalam komik tersebut, Mercury memiliki tubuh yang terdiri dari logam tidak beracun yang menyerupai merkuri. Mercury memiliki kekuatan bisa mengubah bentuk benda sesuka hatinya.

Saat diperiksa petugas medis, bocah tersebut mengaku dirinya sengaja menyuntik merkuri yang diambilnya dari termometer. Berdasarkan laporan yang dipublikasi di National Center for Biotechnology Information, ia melakukannya sebanyak 3 kali.

Petugas medis menduga bocah itu memiliki masalah kejiwaan karena nekat melakukan itu. Tetapi, setelah diperiksa lebih dalam, ia memiliki IQ yang normal.

Sebelumnya, bocah itu juga pernah mencoba dengan sengaja membiarkan laba-laba menggigitnya. Ia pikir itu bisa mengubahnya menjadi superhero seperti Spider-Man.

"Menariknya, dia pernah membiarkan beberapa laba-laba menggigitnya agar bisa menjadi Spider-Man. Anehnya, dia tidak memiliki masalah kejiwaan lain dan memiliki IQ normal," kata petugas medis yang dikutip dari Daily Star, Kamis (2/9/2021).

Dokter pun melakukan pemeriksaan toksikologi untuk memastikan kadar merkuri dalam darah bocah tersebut. Bocah itu juga harus menjalani cangkok kulit untuk menghilangkan borok yang tak kunjung sembuh itu.

Meski begitu, dokter memperkirakan bocah tersebut bisa pulih sepenuhnya.

"Pasien tidak mengembangkan tanda-tanda klinis keracunan kronis. Itu membuktikan bahwa injeksi merkuri subkutan memiliki risiko toksisitas sistemik yang rendah dan histopatologi memainkan peran penting dalam diagnosis," tulis laporan tersebut.



Simak Video "Kok Bisa Harga PCR Covid-19 di India Cuma Rp 100 Ribuan?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)