Minggu, 12 Des 2021 05:12 WIB

Puas Mengeretek Badan dengan Tit Tar, Metode Alternatif Sejenis Chiropractic

Hartaty Varadifa - detikHealth
A physical therapist stretches a female patients leg or hip as she lies on a treatment table in a clinical setting.  Both the therapist and the patient are wearing protective masks to prevent the spread of infectious diseases. Teknik Tit Tar untuk mengeretek badan (Foto: Getty Images/DNY59)
Jakarta -

Baru-baru ini ramai di Tik Tok aksi mengeretek badan dengan hashtag #kretekabalabal. Aksi ini sebenarnya terinspirasi oleh metode terapi alternatif Tit Tar.

Biasanya kretek badan dilakukan untuk menghilangkan rasa sakit di badan seperti pegal-pegal, namun tidak jarang orang yang melakukan hal tersebut hanya untuk memperoleh suara "krek" pada badan. Seseorang bisa terpuaskan hanya dari suaranya.

Aksi mengeretek badan ini terinspirasi oleh terapi alternatif yang disebut Tit Tar. Tentunya, terapi ini tidak boleh dilakukan sembarangan dan harus dilakukan oleh tenaga profesional atau terlatih.

Terdapat beberapa kondisi yang perlu diperhatikan sebagai syarat untuk menjalankan terapi tit tar seperti ketika baru mengalami patah tulang, osteoporosis, hingga faktor usia.

Master Sufriyanto, pendiri terapi Tan's Tit Tar yang beberapa unggahan aksi terapi tit tar miliknya sempat viral di Tik Tok dengan akun @tanstittar, menjelaskan bahaya Tit Tar abal-abal alias tidak dilakukan secara profesional.

"Ada beberapa kondisi yang boleh ditittar. Misalnya baru patah, nah itu gak bisa ditittar kalau di tittar nanti bisa patah lagi. Kedua orang yang dicurigai memiliki keropos tulang osteoporosis, nah itu sangat rentan juga untuk melakukan tit tar," terangnya pada detikcom, Selasa (7/12/2021).

Tidak hanya ketika baru mengalami patah tulang, usia juga menjadi salah satu syarat untuk melakukan terapi tit tar.

"Nah terus orang dengan usia tinggi sekitar 60an saya sarankan untuk tidak tittar. Kecuali memang kalau dia sudah pro tapi tetap harus hati-hati karena kan dengan usia tinggi faktor resiko lebih besar, Nah terus saya tidak sarankan juga anak-anak 5 tahun ke bawah ya," sambung Sufriyanto.

Ia juga menambahkan terapi tit tar ini bukan hanya sekedar untuk mengkretek badan dan memperoleh kepuasan dari suara "kretek". Akan tetapi tujuan dari terapi ini sebagai pengobatan terkhusus dalam reposisi sendi.

"Karena tujuannya untuk terapi bukan "pleasure" atau enak2nya saja biar ada suara kretek. Kalau untuk kretek biar nyaman, lihat Youtube pun bisa. Tapi bukan itu tujuan kita, tujuan kita bisa dipertanggungjawabkan," jelasnya.



Simak Video "Luapkan Emosimu Di Sini, Hancurkan Saja Semua Hingga Berkeping!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)