Minggu, 26 Des 2021 18:00 WIB

Cerita Pria Nekat Oplas 30 Kali Biar Mirip Ricky Martin, Begini Jadinya

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Handsome man at beautician. Plastic surgery concept. Pria rela oplas 30 kali agar terlihat seperti Ricky Martin (Foto: iStock)
Jakarta -

Sosok penyanyi latin Ricky Martin yang naik daun di awal tahun 2000-an, tentu memiliki banyak penggemar. Meski namanya tidak setenar dulu, ternyata masih ada orang yang menggilai Ricky.

Seperti seorang pria bernama Fran Mariano Javier Ibanez asal Argentina, ia rela melakukan 30 kali operasi plastik agar dirinya terlihat seperti Ricky Martin.

Dikutip dari The Sun, Minggu (26/12/2021), dalam sebuah acara TV Argentina Cronica HD, ia mengaku operasi yang dijalaninya itu merupakan sebuah kecanduan.

"Menurut saya, kecanduan itu bisa berkembang dan bertambah parah. Ketika saya sering menjalani operasi, saya tahu ada beberapa hal yang mulai tak terkendali dan tidak sehat bagi saya," jelas pria 33 tahun itu.

Frans diketahui telah menghabiskan sekitar £7.290 (sekitar Rp138 juta) untuk melakukan operasi plastik lantaran dirinya ingin terlihat seperti Ricky Martin.

"Ini bermula ketika orang-orang bilang saya mirip Ricky Martin. Saya menganggapnya seperti lelucon, tetapi setelahnya saya malah membuat beberapa perubahan dan kemiripannya mulai meningkat," terang Frans.

Lantaran merasakan ada yang salah dalam dirinya, Frans mulai sadar apa yang ia lakukan tidak baik untuknya.

"Sekarang saya sadar bahwa yang ideal adalah menjadi diri sendiri, bukan orang lain. Tetapi saya membutuhkan beberapa waktu untuk menyadari hal itu," ucapnya.

Perjuangan Melawan Obesitas

Kisah perjalanan operasi Frans berawal saat dirinya berusia 12 tahun, dimana ia didiagnosa mengidap obesitas. Dalam pengakuannya, ia selalu banyak makan sebagai bentuk pertahanan mekanisme terhadap kekerasan yang dilakukan oleh ayahnya.

"Saya makan karena pada hari ketika ayah ingin membunuh saya dengan pisau, dia tidak akan bisa menyentuh saya karena lemak ditubuh saya menghalanginya. Sehingga dia tidak mampu membunuh saya," terang Frans mengingat masa lalunya.

Meski memiliki masa lalu kurang menyenangkan, Frans kini menjadi pelatih ontologis yang berspesialisasi pada ilmu saraf. Ia kerap memberikan sesi online untuk membantu kliennya mengembangkan potensi diri dan menuntun mereka ke jalan yang benar.



Simak Video "Bagaimana Cara Mencegah Digital Amnesia?"
[Gambas:Video 20detik]
(any/any)