Pria Alami 'Tanduk' Sepanjang 5 Cm Tumbuh di Mr P, gegara Penyakit Apa?

ADVERTISEMENT

Pria Alami 'Tanduk' Sepanjang 5 Cm Tumbuh di Mr P, gegara Penyakit Apa?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Senin, 24 Okt 2022 21:06 WIB
Banana peeled
Foto ilustrasi: iStock
Jakarta -

Seorang pria di China mengalami hal aneh pada penisnya. Ia menemukan benjolan seperti tanduk pada penisnya sepanjang 2 inci atau sekitar 5 sentimeter.

Pria berusia 43 tahun yang tidak disebutkan namanya itu pertama kali mengalami kondisi ini tiga tahun lalu. Awalnya, benjolan ini tumbuh berukuran sebutir beras.

Melihat itu, ia langsung berkonsultasi ke dokter dan benjolan kecil itu dihilangkan melalui operasi atau bedah.

Tetapi, 36 bulan kemudian benjolan itu tumbuh lagi dan menjadi semakin besar. Itu juga menyebabkan rasa sakit yang lebih menyakitkan.

Tanduk yang ada di penis pria itu berwarna kuning kecoklatan dan cukup keras. Dokter mengatakan tanduk itu tumbuh memanjang tepat di bawah kulup dan melewati uretra.

"Itu halus di bagian atas dan kasar di bagian bawah, di mana ada beberapa tonjolan seperti gumpalan," kata tim dokter yang menanganinya, dikutip dari Daily Mail, Senin (24/10/2022).

Sampai akhirnya, tanduk itu dipotong oleh ahli bedah di Taiyuan, China Timur, untuk kedua kalinya. Tim dokter juga mengangkat 1,5 sentimeter jaringan penis yang ada di sekitar pangkalnya.

Ahli urologi di Rumah Sakit Kedua Universitas Kedokteran Shanxi mendiagnosisnya sebagai 'tanduk kulit'. Tanduk itu terbentuk dari keratin, yakni protein yang membentuk rambut, kuku, dan lapisan kulit luar.

Berdasarkan analisis, pria tersebut menderita karsinoma sel skuamosa. Itu adalah bentuk paling umum kedua dari kanker kulit yang muncul seperti penebalan kulit.

Kondisi ini membuat kulit muncul bercak-bercak merah bersisik, luka terbuka, atau muncul benjolan pada kulit seperti kutil. Meski begitu, si pria bisa pulih sempurna setelah di bedah untuk mengangkat tanduk dan kankernya.

Berdasarkan kasus yang dipublikasi di Asian Journal of Surgery ini, tim medis mencatat bahwa pria tersebut tidak memiliki riwayat infeksi menular seksual dan tidak mengkonsumsi obat apapun.

Umumnya, kondisi tanduk di penis ini berkembang dalam waktu satu tahun usai disunat. Tapi, tidak diketahui pasti apakah pria 43 tahun tersebut menjalani prosedur itu atau tidak sebelum tanduk di penisnya muncul.



Simak Video "Epidermolisis Bullosa, Kelainan Kulit Langka Pada Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT