Pria Ini Dapat Ganti Rugi Rp 1 M usai Dokter Potong Habis Penisnya

ADVERTISEMENT

Pria Ini Dapat Ganti Rugi Rp 1 M usai Dokter Potong Habis Penisnya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Senin, 26 Des 2022 14:00 WIB
banana with open skin in the tossed state on a dark background
Sebuah rumah sakit ganti rugi sebesar 1 miliar gegara amputasi penis pasien. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Albert Yarullin)
Jakarta -

Sebuah rumah sakit di Prancis harus membayar ganti rugi pada pasiennya sebesar $65.000 atau sekitar 1 miliar rupiah. Hal ini dilakukan setelah terjadinya kesalahan penanganan terhadap pasiennya itu.

Awalnya, seorang pria yang tidak disebutkan namanya itu didiagnosis mengalami karsinoma. Itu merupakan kanker yang terbentuk di jaringan epitel yang melapisi sebagian besar organ manusia.

Dalam upaya penanganannya, ahli urologi di rumah sakit tersebut berusaha mengeluarkan tumor yang ada di tubuh pria tersebut untuk meminimalkan kerusakan pada penisnya. Namun, Pengadilan Administratif Nantes mengatakan kankernya telah menyebar ke seluruh anggota tubuh.

Hal ini membuat pria berusia 30 tahun itu merasa sangat kesakitan hingga berpikir untuk mengamputasi anggota tubuhnya sendiri.

"Aku punya alat pemotongnya, Betadine, dan bisa menyiapkan barangku di garasi! Tapi, istri saya yang menghentikan saya," kata warga Prancis Barat itu yang dikutip dari New York Post, Senin (26/12/2022).

Selama bertahun-tahun, tumor itu semakin membesar hingga seorang dokter di Lyon mengklaim bawa tidak ada cara lain, selain mengamputasi penis pria itu. Dokter mengatakan itu harus dilakukan atau si pria akan mati karena kanker.

Prosedur Amputasi Dilakukan

Menurut Pengadilan Administratif Nantes, tim medis rumah sakit benar-benar mengamputasi seluruh penis pria itu. Namun, ternyata prosedur itu sebenarnya tidak diperlukan dan masih bisa dicegah dengan penanganan lain.

"Saya membenci dokter ini yang tidak mendengarkan saya. Saya benar-benar hancur dan itu sangat memalukan," tegasnya.

Akibat kesalahan besar itu, ayah dari dua anak itu menerima ganti rugi sekitar 1 miliar rupiah untuk 'pelanggaran' yang menyebabkan 'pengangkatan penis total' yang tidak diperlukan.

Pengacara pasien, Me Georges Parastatis, awalnya menuntut ganti rugi sebesar 1 juta euro tetapi ditolak pengadilan Prancis. Namun, ia tetap berencana mengajukan banding dengan alasan 'gangguan psikologis yang tidak diperhitungkan'.

Kondisi Pasien

Usai diamputasi, pasien pria itu mulai menyesuaikan diri menggunakan mekanisme koping yang tidak ditentukan waktunya. Ia mengklaim alat bantu itu tidak bisa menggantikan fungsi penisnya.

Meski begitu, di sisi baiknya penyakit kanker pria itu akhirnya sembuh. Ia sembuh total setelah bertahun-tahun menjalani perawatan berat.



Simak Video "Kesalahan Umum Ortu yang Sebabkan Anak Pengidap Kanker Telat Ditangani"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/sao)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT