Keseringan Kretek Leher, Wanita Ini Berakhir Kena Stroke

Keseringan Kretek Leher, Wanita Ini Berakhir Kena Stroke

Averus Kautsar - detikHealth
Senin, 02 Feb 2026 12:35 WIB
Keseringan Kretek Leher, Wanita Ini Berakhir Kena Stroke
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/Prostock-Studio)
Jakarta -

Seorang perempuan di Colorado, Amerika Serikat bernama KayLynne Felthager mengalami serangan stroke akibat keseringan 'kretek' leher sendiri. Hal itu sudah biasa dilakukannya untuk mengurangi ketegangan, khususnya setelah seharian bekerja.

Namun, pada suatu waktu rasanya sangat berubah. Setelah membunyikan leher, ia justru merasakan nyeri tajam yang tidak wajar. Bahkan rasa sakit itu tidak hilang dalam beberapa hari.

Untuk meredakannya, ia mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas. Lima hari kemudian, kondisinya terus memburuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika duduk di dapur dan merias wajah sebelum pergi keluar, ia tiba-tiba melihat cahaya terang muncul di depan mata dan penglihatannya perlahan menghilang. Kay berusaha mengedip tapi itu tidak memperbaiki kondisinya.

ADVERTISEMENT

Kemudian 15 menit setelahnya, penglihatannya kembali. Ia hanya menganggapnya kejadian sesaat ketika itu.

"Ada cahaya menyilaukan masuk ke mata kanan saya, lalu penglihatan saya hilang. Saya hanya bisa melihat cahaya terang itu, tapi tidak bisa melihat apa pun di sisi kanan," cerita Kay dikutip dari Oddity Central, Senin (2/2/2026).

Tak lama setelah gangguan tersebut, seluruh sisi kanan tubuh Kay mulai terasa kesemutan dan mati rasa. Ia baru menyadari ada sesuatu yang sangat serius ketika mulai kesulitan berbicara dengan jelas.

Melihat kejadian tersebut, sang suami langsung membawanya ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, dokter melakukan pemindaian CT scan dan menemukan Kay mengalami stroke. Setelah mendengar pengakuan Kay, dokter menyebut gerakan 'kretek' leher yang dilakukannya sudah memicu robekan pembuluh darah.

Robekan pembuluh darah itu kemudian memicu bekuan darah dan berujung stroke. Beruntung, bekuan darah itu cepat larut sehingga tidak diperlukan operasi.

Kay kini sudah pulih, tapi pengalaman itu merubah cara pandangnya terhadap hidup dan betapa cepat kondisi bisa memburuk. Leher merupakan salah satu bagian tubuh yang sangat sensitif, oleh karena itu sebaiknya harus lebih hati-hati dalam melakukan gerakan.

"Saya tidak ingin menakuti siapapun. Ini hanya sesuatu yang benar-benar terjadi pada saya," tandasnya.

Halaman 2 dari 2
(avk/kna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads