Kata Dokter soal Bell's Palsy, Bikin Pasien Mendadak Mulutnya Miring Sebelah

Kata Dokter soal Bell's Palsy, Bikin Pasien Mendadak Mulutnya Miring Sebelah

Shafira Junisar Triandisya - detikHealth
Minggu, 08 Mar 2026 09:02 WIB
Ilustrasi penanganan gangguan saraf & otak
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Ramai di media sosial TikTok, seorang pria dengan akun @kanglelebok membagikan kondisi wajahnya yang mengalami perubahan. Dalam video yang diunggahnya, terlihat bagian mulutnya miring ke satu sisi hingga membuatnya kesulitan meniup makanan.

"Gue nggak pernah se-ngakak ini sama penyakit, gue ngomongnya menyong (sambil tertawa). Kenapa menyong begini?" ucapnya, dikutip dari akun tersebut atas izin yang bersangkutan, Sabtu (7/3/2026).

Diketahui, pria tersebut mengalami kondisi bell's palsy, yaitu kelumpuhan yang terjadi pada salah satu sisi wajah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Spesialis saraf dr Reza Aditya, SpS, menjelaskan bell's palsy ditandai dengan wajah yang tampak mencong atau miring, kesulitan menutup mata, serta sulit tersenyum. Kondisi ini juga bisa disertai air liur yang menetes di salah satu sisi mulut.

Kondisi ini umumnya terjadi akibat inflamasi atau peradangan pada saraf wajah yang kerap dipicu oleh infeksi virus.

ADVERTISEMENT

Apakah bisa sembuh?

Menurutnya, kondisi bell's palsy bisa dialami siapa saja. Baik pria maupun wanita, tetapi lebih sering ditemukan pada orang dewasa.

"Bell's palsy itu terjadi tiba-tiba, kapan saja, jadi tidak bisa diprediksi waktunya. Gejalanya biasanya munculnya mendadak, bisa dalam hitungan jam, hitungan hari," tuturnya pada detikcom, Sabtu (7/3).

"Bisa langsung muncul perlahan atau bahkan langsung muncul memberat dalam hitungan jam," tambahnya.

Meski begitu, dr Reza menekankan bahwa kondisi bell's palsy masih bisa sembuh total, terutama jika segera diperiksakan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. Pemeriksaan juga diperlukan untuk memastikan apakah kelumpuhan pada wajah tersebut benar disebabkan oleh bell's palsy atau kondisi lain, seperti stroke.

Pasalnya, beberapa gejalanya sekilas bisa mirip dengan gejala pada pasien stroke.

"Kalau bell's palsy, kabar baiknya sebagian besar kasus itu bisa sembuh sempurna, tetapi jika ditangani dengan cepat. Biasanya, nanti dokter akan memberikan obat-obatan anti radang, seperti steroid, untuk mengurangi inflamasi atau peradangannya," jelas dr Reza.

Di beberapa kasus, dokter juga dapat memberikan obat anti virus ke pasien. Umumnya, pasien dengan bell's palsy akan membaik dalam hitungan minggu atau 2-3 bulan.

"Tapi, peluangnya semakin cepat diperiksa dan diobati, maka peluang sembuh totalnya akan semakin besar," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Dokter Saraf: Polusi dan Kebisingan Jadi Penyebab Baru Hipertensi"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/suc)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads