Bermimpi Indonesia Sehat dengan Desa Siaga

Bermimpi Indonesia Sehat dengan Desa Siaga

- detikHealth
Selasa, 08 Sep 2009 09:40 WIB
Bermimpi Indonesia Sehat dengan Desa Siaga
Jakarta - Banyak sekali kasus-kasus penyakit di Indonesia yang tidak tertangani karena minimnya tenaga medis yang tersedia hingga di pelosok-pelosok. Bisakah program Desa Siaga menjadi pintu untuk masyarakat Indonesia yang sehat?

Kurang tanggapnya penanganan kesehatan dan minimnya kesadaran masyarakat hidup sehat membuat penyakit-penyakit yang bermula dari urusan kebersihan kadang menjadi wabah. Air dan sanitasi yang kurang bersih memicu terjadinya diare, rumah yang lembab membuat kesehatan pernafasan terganggu. Belum lagi ancaman serangga seperti nyamuk malaria dan DBD yang juga terkait dengan masalah kebersihan.

Jika masalah kesehatan seperti ini saja sulit tertangani bisa timbul rasa putus asa publik terhadap penanganan masalah penyakit berat seperti HIV misalnya.Maka itu pemerintah mulai menyosialisasikan program Desa Siaga dengan membentuk desa siaga di beberapa daerah sebagai embrio awal untuk tujuan yang lebih besar menjadikan masyrakat Indonesia lebih sehat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Desa siaga adalah desa yang penduduknya telah mendapatkan pelatihan sehingga siap tanggap dalam menghadapi suatu bencana atau kejadian luar biasa, masalah kesehatan seperti penyakit menular, membuat masyarakat menjadi mandiri dan mengembangkan perilaku hidup bersih dan menyehatkan wilayahnya.

"Saat ini program desa siaga sudah terlaksana sebesar 81 persen, dan salah satu alasan dibentuk desa siaga adalah karena Indonesia rawan akan bencana," ujar dr. Ina Hernawati, MPH, Direktur Bina Gizi Masyarakat Depkes, dalam acara sarasehan bersama perwakilan ormas keagamaan di Gedung Depkes, Jakarta, Senin malam (7/9/2009).

Desa siaga ini akan menjadi desa siaga aktif jika setiap hari ada kegiatan yang dilakukan bukan mingguan atau bulanan lagi. Dr. Ina Hernawati menambahkan awalnya beberapa orang dari masyarakat desa tersebut akan diberi pengetahuan dan penjelasan mengenai gejala penyakit menular, pertolongan jika terjadi kejadian luar biasa di daerah tersebut atau penanganan dari masalah kesehatan lainnya.

Sehingga nantinya jika ada anggota masyarakat yang mengalami gejala penyakit yang berbahaya atau menular bisa segera dilaporkan ke petugas kesehatan terdekat, dan mengurangi penyebaran yang lebih luas lagi.

Jadi, secara mandiri masyarakat bisa memberikan pertolongan pertama jika terjadi sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan, sebelum datang bantuan dari pemerintah atau masyarakat lainnya. Hal ini sangat berguna untuk mengurangi jumlah korban akibat kejadian tersebut.

Dalam mewujudkan Indonesia yang sehat melalui desa siaga, departemen kesehatan sedang menyiapkan 12 ribu poliklinik kesehatan desa. Poliklinik tersebut nantinya diharapkan bisa menjadi pusat dan sistem informasi kesehatan masyarakat di desa tersebut. Ini juga penting untuk membentuk masyarakat yang sehat.

Untuk itu dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak seperti puskesmas, kepala desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, karang taruna, aparat desa serta masyarakat itu sendiri. Melalui desa siaga ini diharapkan bisa mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat.

Semoga saja mimpi Indonesia Sehat bisa terlahir dari program Desa Siaga.
(ver/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads