Siapa Menteri Kesehatan 2009-2014?

Siapa Menteri Kesehatan 2009-2014?

- detikHealth
Rabu, 09 Sep 2009 09:45 WIB
Siapa Menteri Kesehatan 2009-2014?
Jakarta - Masa jabatan menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu akan segera berakhir. Bursa calon menteri kian marak dan publik mulai menebak-nebak siapa yang akan masuk tim SBY-Boediono. Siapakah yang bakal jadi menteri kesehatan 2009-2014?

Apakah menteri kesehatan yang sekarang menjabat akan kembali ditugaskan untuk periode 2009-2014? Saat pertanyaan itu diajukan Menteri Kesehatan Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K), hanya bisa menjawab tidak tahu. Apakah nantinya akan ditugaskan kembali untuk mengurusi masalah yang berhubungan dengan kesehatan di negeri ini atau tidak, Siti mengaku tidak masalah.

"Masalah dipilih kembali atau tidak, tergantung ditugaskan kembali atau tidak oleh Tuhan," ujar Siti dalam acara buka puasa bersama yang digelar di kediaman Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, Jakarta, Selasa (8/9/2009).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Siti mengatakan dirinya sudah siap jika harus menjadi menteri kesehatan kembali, tapi dirinya pun juga sudah siap jika tidak terpilih lagi menjadi menteri kesehatan.

"Kalau dipilih saya siap, kalau tidak dipilih saya siap. Tapi jangan ditulis saya tidak siap tidak dipilih. Saya tidak bisa bilang berharap atau tidak. Semuanya terserah kepada Pak SBY," ujarnya.

Menurutnya, siapapun nantinya yang menjadi menkes di kabinet pemerintahan SBY-Boediono, dia berharap program revolusionernya diteruskan. Program tersebut yakni Jaminan Kesehatan Masyarakat atau Jamkesmas.

"Jamkesmas ini program pemerintah memberi hak kepada rakyat dalam hal kesehatan. Semua saja tanpa pandang bulu itu harus mendapatkan kesehatan, karena itu adalah hak asasi," tukas Siti.

Jamkesmas merupakan salah satu program dimana pemerintah memberikan hak untuk rakyatnya agar bisa mendapatkan fasilitas kesehatan yang lebih baik lagi. Diharapkan ke depannya semua masyarakat sudah bisa mendapatkan jaminan kesehatan.

Siti mengatakan banyak terobosan-terobosan baru yang telah dilakukannya selama menjalankan masa tugasnya. Tidak melulu menggunakan cara luar negeri, karena tidak semua cara luar negeri bisa diadaptasi disini harus disesuaikan dulu dengan kebudayaan dan kemampuan di sini.

Terobosan yang dilakukan antara lain, dahulu dari 457 kabupaten hanya 180 kabupaten yang memiliki unit transfusi darah (UID), tapi kini hampir 90 persen lebih kabupaten di Indonesia telah memiliki unit transfusi darah tersebut. Dampak dari peningkatan ini adalah bisa menurunkan angka kematian ibu yang biasanya diakibatkan oleh pendarahan.

"Mungkin karena menteri kesehatannya perempuan, maka hal-hal yang diperhatikan lebih mendetail," ujarnya sambil tertawa.

Program lain yang sudah dijalankan adalah Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang merupakan suatu pendekatan terhadap 5 hal penting, yaitu tidak buang air besar (BAB) sembarangan, mencuci tangan menggunakan sabun, penyediaan air bersih, membuang sampah yang benar, dan embuang limbah dengan tepat.

Sementara mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kartono Mohammad menekankan menteri kesehatan yang ideal adalah yang memiliki integritas kuat, mengerti mengenai masalah yang dihadapi, memiliki konsep, pintar dalam mengatur masalah kesehatan dan departemen kesehatan serta mengerti tugasnya apa.

Saat ditanya mengenai kinerja menkes saat ini, Kartono menilai kinerjanya belum terlalu bagus. Karena ada beberapa programnya yang kurang jelas serta terlihat seperti serba reaktif. Kalau menurut Kartono, menkes seperti tidak mengerti konsepnya.

Mengenai sosok yang cocok menjadi menteri kesehatan periode 2009-2014, Kartono menjawab "Itu kan haknya presiden mau pilih siapa, saya ini hanya rakyat biasa kok.

Nama-nama calon menkes yang sudah muncul diantaranya Ketua IDI Fachmi Idris. Namun peluang Menkes yang lama untuk kembali menjabat juga tetap terbuka.

(ver/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads