Hidup Penuh Ketakutan Penderita Schizofrenia

Hidup Penuh Ketakutan Penderita Schizofrenia

- detikHealth
Senin, 19 Okt 2009 10:40 WIB
Hidup Penuh Ketakutan Penderita Schizofrenia
Jakarta - Takut adalah perasaan paling manusiawi yang dimiliki manusia. Tapi merasa terancam dan ketakutan selama 24 jam setiap hari tentulah membuat orang susah menjalani hidup dengan baik seperti yang dialami penderita gangguan kejiwaan schizofrenia.

Jangan putus asa dulu, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Begitu juga dengan penderita schizofrenia yang kerap dituding gila karena selalu mengalami halusinasi dan perasaan takut yang berlebihan.

Pengobatan untuk penyakit yang berhubungan dengan kejiwaan menjadi sangat penting, termasuk untuk schizofrenia. Karena pengobatan yang tepat bisa membuat ODS (Orang Dengan Schizofrenia) hidup sebagai orang normal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Schizofrenia merupakan gangguan fungsi otak yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan neurotransmitter (fungsi saraf) dalam otak, bersifat kronik atau panjang, menimbulkan kekambuhan serta mengganggu fungsi kehidupan dan menyebabkan penderitaan.

”Penderitaan yang harus ditanggung oleh ODS seperti merasa terancam dan ketakutan selama 24 jam sehari sehingga menimbulkan gangguan fungsi otak seperti tidak bisa belajar dan bekerja serta menjalani hidup dengan baik,” ujar Dr. Ashwin Kandouw SpKJ, dalam acara simposium awam dengan tema ”Penanganan Schizofrenia: Apakah Kita Sudah Melangkah Maju?” yang diselenggarakan di Hotel Nikko, Jakarta, Sabtu (17/10/2009).

Ashwin menambahkan tindakan yang perlu dilakukan untuk ODS adalah segera mencari pertolongan pada ahlinya. Ini dikarenakan schizofrenia itu perlu diobati, bisa diobati dan harus diobati. Memang sebagian besar ODS masih harus dijaga dengan pengobatan, tapi ada sedikit orang yang bisa sembuh secara total dalam arti gejalanya hilang, bisa hidup normal dan berhenti menggunakan obat-obatan.

Penggunaan obat untuk ODS berguna untuk memperbaiki kadar neurotransmitter di otak agar kembali normal, namun tidak menimbulkan ketergantungan bagi penggunanya. Selain itu obat berguna untuk mencegah kekambuhan, karena setiap kali terjadi kekambuhan akan menyebabkan kerusakan mikro di otak yang bisa memperparah kondisi ODS itu sendiri.

”Masalah yang kadang timbul adalah penyangkalan penderita akan gangguannya, cara motivasi yang kurang tepat serta terganggunya proses berpikir ODS sehingga tidak bisa berpikir secara logis,” ujar psikiater di Sanatorium Dharmawangsa dan RS Pondok Indah ini.

Dulu pengobatan bagi ODS hanya untuk mengendalikan gejalanya saja, tapi saat ini pengetahuan sudah luas dan banyak sehingga terjadi kemajuan dalam hal pengobatannya. Pengobatan ODS saat ini adalah untuk mengendalikan gejala, mencegah kekambuhan, mengembalikan fungsi serta peningkatan kualitas hidup. Pengobatannya bisa dengan minum obat atau melalui suntikan.

Kelebihan obat minum adalah mudah didapat dan banyak tersedia. Namun kekurangannya adalah perlu kesadaran atau pengawasan, kerja obatnya singkat, kurang stabil, mudah bosan atau jenuh dan lupa serta memiliki efek samping. Sedangkan untuk obat suntik kelebihannya kerjanya panjang, tidak terlalu membosankan, pengawasan terbatas, lebih stabil dan efek samping lebih kecil, namun kekurangannya adalah ketersediaan lebih sedikit dan pemberiannya lebih sulit.

”Kalau obat minum karena tidak stabil, jika kadar obatnya berlebih akan menimbulkan efek samping sedangkan jika kadarnya lebih rendah bisa memicu kekambuhan. Untuk suntikan karena stabil jadi efek samping dan kekambuhannya menurun,” ujar psikiater berusia 38 tahun ini.

Ashwin menambahkan jika ODS tidak patuh dalam melakukan proses pengobatan bisa menyebabkan penderitaan yang berkelanjutan, kekambuhan yang berulang, kerusakan sel saraf, perawatan inap berulang, bisa menyebabkan kondisi yang lebih paraf sehingga memungkinkan terjadinya frustasi yang bisa berakibat pada bunuh diri.

Kepatuhan dalam pengobatan schizofrenia merupakan kunci keberhasilan dari terapi penderita schizofrenia, namun tetap dukungan penuh dari keluarga dan orang-orang disekitarnya masih sangat diperlukan. Hal terpenting adalah jangan menghakimi seseorang yang mengalami schizofrenia, karena tidak ada satupun orang di dunia ini yang ingin hidup dengan ketidaknormalan. (ver/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads