Kapan Indonesia Bebas Rabies?

Kapan Indonesia Bebas Rabies?

- detikHealth
Selasa, 27 Okt 2009 11:24 WIB
Kapan Indonesia Bebas Rabies?
Jakarta - Rabies merupakan penyakit lama yang hingga saat ini masih menjadi masalah bagi Indonesia. Rabies menjadi perhatian khusus di beberapa negara karena memiliki angka kematian yang tinggi jika tidak tertangani dengan baik.

Begitu juga di Indonesia, penyakit ini telah menjadi kejadian luar biasa (KLB) seperti di wilayah Maluku, Kalimantan Barat, Banten dan Bali.

Bisakah Indonesia bebas rabies? Pemerintah sendiri mencanangkan Indonesia bebas rabies pada tahun 2015 nanti. Namun masih banyak kendala yang dihadapi untuk mencapai target tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Depkes, Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K) mengatakan untuk bisa mewujudkan bebas rabies pada tahun 2015 maka harus dilakukan penanganan terhadap hewan penular rabies, menekan jumlah penderita rabies (lyssa) serta mencegah terjadinya kejadian luar biasa (KLB).

Untuk itu diperlukan pengendalian secara terpadu, salah satunya dengan membuat rabies center di puskesmas atau rumah sakit yang diberikan fasilitas vaksin dan penyuluhan serta melindungi kelompok berisiko tinggi.

"Dengan adanya rabies center diharapkan masyarakat menjadi tahu bahwa rabies ditularkan oleh gigitan hewan penular rabies, tahu bahaya rabies yang bisa mengakibatkan kematian, pertolongan atau tindakan pertama apa yang harus dilakukan oleh masyarakat dan keluarga setelah digigit," ungkap Tjandra Yoga, Selasa (27/10/2009).

Langkah-langkah terpadu yang bisa dilakukan dalam mewujudkan bebas rabies adalah:

  1. Program vaksin dan eliminasi hewan penular rabies.
  2. Observasi hewan.
  3. Pengawasan lalu lintas hewan penular rabies.
  4. Penyuluhan.
  5. Pendataan dan registrasi anjing.
  6. Pengamatan dan penyidikan penyakit.
  7. Penertiban dan pengawasan pemeliharaan binatang.
  8. Peran serta masyarakat.
  9. Tindakan terhadap hewan penular rabies serta kondisi penderita.

Selain langkah-langkah tersebut, nantinya akan dibentuk tim koordinasi (tikor) rabies di semua jenjang administrasi. Tikor ini akan melibatkan bagian peternakan dari departemen pertanian, bagian P2PL dari departemen kesehatan serta bagian dari departemen dalam negeri.

"Rabies ini bisa dicegah dengan vaksin, tapi nantinya diharapkan bisa dibuat vaksin yang dapat diberikan melalui makanan atau melalui oral," ujar Direktur kesehatan hewan departemen pertanian, drh. Agus Wiyono, PhD.

Badan kesehatan dunia (WHO) telah menetapkan rabies merupakan prioritas kedua setelah flu burung H5N1 dalam kategori penyakit zoonosis (penyakit yang ditularkan oleh hewan).

Di Indonesia hanya terdapat 9 provinsi yang bebas rabies yaitu Bangka belitung, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, NTB, Papua dan Papua Barat.

"Angka terkena rabies di Indonesia sejak tahun 2005 cenderung di atas 100 orang setiap tahunnya, dan paling banyak menyerang anak-anak usia 5 sampai 9 tahun yaitu sebesar 30 persen," ujar Dr. Tjandra Yoga.

Depkes dan Deptan akan memperingati hari anti rabies sedunia pada tanggal 4 November 2009 di Tabanan, Bali. Pada hari itu akan diresmikan 6 rabies center, pemberian vaksin bagi manusia, pemberian vaksin massal bagi hewan serta akselerasi pengendalian rabies di Bali.

"Di Asia sendiri sekitar lebih dari 3.000 orang meninggal dunia pertahunnya akibat dari rabies dan hampir 50 persennya adalah anak-anak, untuk itu diperlukan komitmen bersama secara serius memberantas rabies antara depkes, deptan, depdagri serta masyarakat," ungkap Agus.

Maka jangan anggap remeh penyakit rabies, karena jika tidak ditangani dengan baik tingkat kematiannya hampir mencapai 100 persen. Untuk itu mari saling bekerja sama dalam mewujudkan Indonesia bebas rabies.

(ver/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads