Salah satu fungsi penggunaan kondom yang paling utama adalah untuk mencegah penularan HIV (Human Immunodeficiency Virus), penyakit penurunan kekebalan tubuh yang sangat mematikan. Penyakit ini banyak menular melalui hubungan seks, jarum suntik, transfusi darah, kandungan ibu ke anak dan lainnya.
Data Departemen Kesehatan mencatat hingga Juni 2009 ada 18.442 orang terkena AIDS dan 28.260 yang terinfeksi HIV dengan kematian 3.492 orang. Dan sebanyak 60 persen penderita HIV ditularkan lewat aktivitas seksual. Di Indonesia sendiri, 3,3 juta pria tertular HIV akibat suka 'jajan'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus HIV dan AIDS menurut Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional Nafsiah Mboi adalah fenomena gunung es.
"Artinya, orang yang dilaporkan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan yang sebenarnya. Sebenarnya, ratusan ribu orang saat ini hidup dengan HIV dan AIDS (ODHA), kalangannya beragam, mulai dari anak-anak, remaja dan ibu rumah tangga," ujar Nafsiah, dalam acara yang digelar untuk menyambut Pekan Kondom Nasional dan Hari AIDS Sedunia 2009 di FX mall Jakarta, Kamis (12/11/2009).
Salah satu penyebab meningkatnya kasus HIV dan AIDS ini adalah rendahnya penggunaan kondom. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar dan laju penyebaran infeksi menular seksual (IMS) yang tinggi, kondom sangat diperlukan.
"Kita harus mencontoh negara Thailand. Mereka berhasil menurunkan jumlah penderita HIV karena sejak tahun 1990-an sudah gencar mengampanyekan kondom," kata Nafsiah.
Sementara itu, di Indonesia kondom masih dianggap barang negatif. "Kondom bukan barang yang harus dijauhi, tapi kondom adalah barang untuk melindungi diri. Persepsi miring tentang kondom harus segera dihilangkan," jelas Nafsiah.
Nafsiah juga menambahkan, penggunaan kondom akan meningkatkan kasih sayang antara suami dan istri, terutama jika salah satunya terinfeksi penyakit menular.
"Banyak orang yang bilang seks dengan kondom itu nggak enak. Tapi yang harus diingat, ketika melakukan seks jangan hanya enaknya saja yang ingin didapat. Akan lebih baik lagi jika enak dan bertanggung jawab. Enak itu datangnya dari otak, bukan dari bawah saja," ujar Nafsiah.
Data yang didapatkan Depkes tentang tingkat pemahaman kondom ternyata cukup tinggi. "Sebanyak 76,8 persen masyarakat tahu tentang kondom dan manfaatnya, tapi hanya 1,3 persennya saja yang mempraktikannya. Jadi antara pengetahuan dan praktik tidak seimbang," ujar Dr Sugiri Syarief selaku kepala Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat.
Tantangan yang paling berat menurut Sugiri adalah mengalahkan persepsi negatif masyarakat tentang kondom. "Selama ini kondom diidentikkan dengan seks bebas. Padahal tujuan kondom sebenarnya adalah untuk melindungi pengguna dari ancaman infeksi menular seksual. Ini yang harus diluruskan," tutur Sugiri.
Bahkan menurut fatwa MUI No.25 tentang penanggulangan penularan HIV/AIDS, MUI menghimbau penggunaan kondom dalam berhubungan seks bagi pasangan suami istri untuk melindungi keluarganya. Jadi, kondom bukan barang haram yang dipersepsikan negatif.
Untuk memaksimalkan pencegahan HIV, kini kondom juga bisa digunakan oleh wanita. "Wanita juga berhak melindungi dirinya. Banyak suami yang punya penyakit tapi nggak mau pakai kondom. Kalau sudah begitu, wanita yang harus pintar. Dengan pakai kondom, wanita bisa melindungi dirinya sendiri dan juga anaknya jika ia sedang mengandung," jelas Nafsiah.
Sebagai duta kondom Indonesia, Julia Perez mengatakan penggunaan kondom wanita sangat penting, terutama bagi mereka yang punya pasangan berpenyakit menular. "Banyak perempuan yang sangat mengabdi pada suami. Saking mengabdinya, dia cuma manggut-manggut aja. Tapi kalau sudah masalah penyakit menular, perempuan jangan mau kena getahnya," ujar Julia.
Bentuk dari kondom wanita ini hampir mirip dengan kondom laki-laki, yaitu tipis, transparan dan elastis. Hanya saja bagian ujung kondom berbentuk segitiga seperti bentuk daerah kemaluan wanita.
Pemasangannya pun sangat sederhana, yaitu cukup meletakkan kondom di depan vagina. Lalu menngunakan jari, masukkan spons ke dalam vagina hingga cincin segitiga menutupi seluruh bagian vagina dan spons berada di dalam vagina.
Kondom wanita ini dirancang khusus untuk keamanan dan kesehatan wanita maupun pria yang melakukan hubungan seksual. Jadi, jika pria tidak mau pakai kondom, wanita juga punya pilihan.
(fah/ir)











































