Jadilah Jumantik untuk Diri Sendiri

Jadilah Jumantik untuk Diri Sendiri

- detikHealth
Senin, 01 Feb 2010 16:30 WIB
Jadilah Jumantik untuk Diri Sendiri
Jakarta - Penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi horor yang menakutkan. Pencegahan yang lebih banyak diketahui adalah melakukan 3M. Tapi agar lebih efektif dalam mencegah demam berdarah, jadilah jumantik untuk diri sendiri.

Penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus yang dibawa nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus betina. Hingga akhir tahun 2009 sudah ada 18.366 kasus di DKI Jakarta, sedangkan hingga tanggal 20 Januari 2010 sudah ada 891 kasus.

Sedangkan berdasar data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebanyak 50 juta orang terinfeksi virus dengue setiap tahunnya dan sebanyak 25.000 orang meninggal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk menanggulangi masalah ini dibutuhkan kerja sama antara semua pihak serta dibutuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk mau menciptakan lingkungan dan rumah yang bersih. Salah satu caranya bisa dengan menjadi jumantik (juru pemantau jentik) bagi dirinya sendiri.

"Jumantik ini bertugas melakukan pemantauan terhadap jentik-jentik nyamuk terutama yang berada di bak mandi setiap minggunya. Karena jentik yang ada di bak mandi sudah pasti jentik nyamuk Aedes aegypti," ujar Dr drh Upik Kusumawati Hadi, M.S, dalam acara jumpa pers Gerakan Nasional Cegah Demam Berdarah, di Hotel Intercontinental, Jakarta, Senin (1/2/2010).

Jumantik ini sendiri sebenarnya sudah dibentuk oleh Dinas Kesehatan sejak tahun 2006 yang bertugas memantau keberadaan jentik nyamuk di lingkungan perumahan dengan koordinasi dari setiap kelurahan.

"Saat ini sudah ada lebih dari 31.000 jumantik di DKI Jakarta yang sudah dilantik, untuk menghindari perkembang biakan jentik-jentik nyamuk di masyarakat," ujar dr Aryani Murti, MKes dari Dinkes DKI Jakarta.

Tapi setiap orang sebenarnya bisa menjadi jumantik untuk dirinya sendiri, caranya dengan memantau adakah jentik nyamuk di bak mandi setiap seminggu sekali dengan menggunakan senter.

Jika ditemukan ada jentik nyamuk, maka segera kuras bak mandi dan jangan lupa menyikat dinding-dindingnya agar telur nyamuk yang menempel ikut terbuang. Setelah itu bilas bak mandi berkali-kali agar benar-benar bersih dari jentik maupun telur nyamuk.

"Siklus nyamuk mulai dari telur hingga menjadi nyamuk dewasa sekitar 8-10 hari, sehingga kalau kita membersihkan bak mandi seminggu sekali maka nyamuk tidak akan bisa berkembang biak. Selain itu nyamuk dewasa hanya bisa bertahan hidup selama 30 hari, setelahnya ia akan mati," ujar Dr. Tri Yunis Miko, W, MSc, pakar epidemiologi FKM UI.

Saat ini yang menjadi masalah sulitnya membasmi demam berdarah adalah kurangnya kepedulian dari masyarakat. Padahal penyakit demam berdarah tidak bisa dibasmi jika hanya satu keluarga atau satu orang saja yang rutin menjaga kebersihan rumahnya.

Untuk mencegah terjangkit penyakit demam berdarah ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu:

  1. Menerapkan metode 3M PLUS, yaitu menguras tempat berkembang biak jentik nyamuk, menutup wadah yang bisa menampung air, mengubur kaleng, bak atau tempat-tempat yang bisa menjadi tempat tampungan air seta menggunakan obat nyamuk atau kelambu. Hal ini sebaiknya dilakukan seminggu sekali.
  2. Mengajak masyarakat untuk mau mengubah perilakunya menjadi lebih peduli terhadap lingkungan rumah dan sekitarnya.
  3. Melakukan larvasidasi, yaitu pemberian obat anti larva nyamuk untuk membasmi jentik.
  4. Menjadi jumantik untuk diri sendiri, keluarga dan lingkungan.

Seseorang bisa dengan mudah terinfeksi virus ini jika kondisi tubuhnya sedang tidak fit, karena itu bagi orang yang sedang sakit sebaiknya tidak bercampur dengan orang sehat. Karena demam berdarah bisa terjadi jika ada dua hal yaitu nyamuk demam berdarah dan orang sakit.

Pemberantasan DBD akan berhasil dengan baik jika upaya 3M PLUS dilakukan secara sistematis dan terus menerus, sehingga dapat mengubah perilaku masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan tidak kondusif untuk nyamuk demam berdarah hidup serta berkembang biak.

(ver/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads