Gangliosida adalah salah satu zat yang terdapat di ASI dan berguna untuk meningkatkan kemampuan fungsi perkembangan kognitif otak bayi. Karenanya zat ini sangat berguna untuk masa tumbuh kembang otak anak.
Saat bayi baru dilahirkan memiliki lebih dari 100 miliar sel otak, tapi sel-sel tersebut belum terhubung dengan baik satu sama lain. Karena itu dibutuhkan zat gangliosida yang memiliki peran penting untuk memaksimalkan koneksi antara sel-sel otak tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dr Utami menambahkan jika ingin membandingkan, sebaiknya dibandingkan dengan susu formula yang tidak mengandung gangliosida dan jangan dibandingkan dengan ASI. Karena secara umum di dalam ASI terdapat lebih dari 200 zat yang bermanfaat untuk bayi.
"Jika membandingkan gangliosida di ASI dengan susu formula, itu sama saja seperti membandingkan bayi manusia dengan boneka yang sangat mirip bayi. Keduanya jelas berbeda karena ASI adalah cairan hidup," ungkap dokter yang berpraktek di rumah sakit St Carolus Jakarta.
Zat lain yang juga ditambahkan ke dalam susu formula adalah asam lemak rantai panjang AA dan DHA. Pada susu sapi sebenarnya hanya terdapat asam lemak rantai pendek atau menengah dan bukan yang rantai panjang, sehingga susu formula ditambahkan AA dan DHA.
Tapi hal ini tentu saja berbeda dengan yang ada di ASI, karena di dalam ASI juga terdapat enzim laktase yang berfungsi untuk membantu penyerapan dari asam lemak tersebut.
"Sedangkan asam lemak AA dan DHA yang terdapat di dalam susu formula tidak dilengkapi dengan laktase," ujar dokter yang juga ketua umum Selasi (Sentra Laktasi Indonesia).
Dr Utami menegaskan ASI bukan hanya sebagai makanan atau nutrien bagi bayi, tapi juga mengandung berbagai macam antibodi dan hormon yang sangat dibutuhkan oleh bayi dalam membantu perkembangannya. Karenanya tak ada satupun produk yang bisa menyaingi air susu ibu (ASI).
(ver/ir)











































