Vita merasa tidak betah karena ibunya mengeksploitasi dirinya. Ibunya dia katakan hanya menyuruhnya untuk bekerja menjalani syuting. Walaupun belakangan mengikuti home schooling, Vita terkadang merasa malu karena teman-temannya lain sudah duduk di bangku SMP.
Kondisi ini juga semakin diperparah karena ibunya dikatakan sering memukul jika tidak dituruti keinginannya. Bahkan di depan teman-temannya, Vita mengatakan ibunya tidak segan memukul anaknya. Kondisi ini kadang hanya dipicu oleh permasalahan sepele seperti bermain-main dengan kawan-kawannya memakai baju syuting.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hak Anak
Pendidikan, bermain, kasih sayang orang tua adalah sebagian kecil dari hak-hak anak. Hal ini berlaku secara universal tanpa memandang status dan tingkat ekonomi anak tersebut. Kita terkadang miris melihat anak-anak jalanan harus kehilangan hak-hak tersebut.
Tetapi terus terang saya merasa lebih miris jika kondisi ini terjadi pada anak-anak yang seharusnya lebih baik kondisi ekonominya seperti Vita pada cerita di atas.
Kita sering melihat beberapa contoh artis-artis cilik kita di Indonesia yang wara-wiri di depan TV menjadi pengisi berbagai macam acara, pikiran saya hanya satu apakah mereka sekolah dengan baik?
Belum lama ini terdengar kabar salah satu bintang sinetron dan iklan remaja terkenal dikeluarkan dari sekolahnya karena terlalu sering bolos sekolah. Apakah ini yang terjadi?
Kita memahami kondisi 'aji mumpung' memang sering menjadi salah satu pemicu hal tersebut. Karena sedang tenar-tenarnya maka sangat sayang sekali jika hal tersebut tidak dipergunakan dengan sebaik-baiknya.
Sayangnya kondisi ini seringkali malah membuat kehidupan normal yang seharusnya dijalani si anak menjadi berubah. Berubah karena kesibukan yang menyita waktu dari pagi sampai bahkan subuh. Sesuatu hal yang merampas kehidupan normal mereka yang seharusnya diisi belajar dan bermain.
Tugas Orangtua
Mencari materi bagi kehidupan keluarga bukanlah tugas anak. Orangtua masih berkewajiban memenuhi kebutuhan itu tanpa melibatkan anak. Menjadikan anak pencari nafkah dengan mengeksploitasi mereka adalah tindakan yang sungguh tidak bijak.
Tanggung jawab itu masih terlalu berat buat mereka dan belum sesuai dengan perkembangan kepribadiannya. Kita tidak ingin mereka menjadi orang yang terlalu dewasa dalam waktu cepat karena akan mendapatkan gangguan psikologis di masa yang akan datang.
Lihat saja beberapa artis di luar negeri yang sudah menjadi artis sejak masa kanak yang terlihat tampak sering bermasalah di usia dewasa mereka.
Kita tentunya mempunyai kewajiban untuk membekali anak-anak kita dengan pendidikan yang layak agar mereka mampu menjadi mandiri di usia dewasa.
Pendidikan bukan hanya melulu memberikan pelajaran akademis tetapi juga membentuk karakternya untuk berjuang, bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya.
Inilah yang sangat perlu untuk kehidupannya kelak dibandingkan harta materi yang bisa lenyap tak berbekas.
Semoga kita selalu menyadari tugas kita sebagai orang tua yang harus selalu mampu memberikan yang terbaik kepada anak kita dan memberikan mereka hak-hak yang sudah sepatutnya mereka terima.
Penulis
Dr. Andri, SpKJ
Psikiater Bidang Psikosomatik Medis
Psikiater, Dosen FK UKRIDA, Jakarta
Psychosomatic Clinic, Omni Hospital Alam Sutera Tangerang.











































