"Saya kebetulan fans fanatik PSSI dan selalu mengikuti perkembangan dan menunggu hasil-hasil pertandingan PSSI, bahkan kalau memang PSSI main di Stadion Utama saya juga berusaha untuk hadir. Buat saya dan jutaan pencinta PSSI, pasti kekalahan telak 10-0 sepanjang sejarah perjalanan sepak bola Indonesia merupakan pukulan tersendiri," jelas DR Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, Praktisi klinis dari FKUI-RSCM, dalam rilis yang diterima detikHealth, Kamis (1/3/2012).
Menurut Dr Ari, pikiran dan aktivitasnya pagi ini hanya diisi untuk membaca tulisan seputar kekalahan tersebut. Buatnya, mungkin tidak terlalu sulit untuk segera melupakan hal ini, apalagi aktivitasnya sehari-hari tidak berhubungan dengan masalah sepakbola.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Qatar sudah protes kepada PSSI saat akan mengirim pemain U-23 dan dijawab oleh pengurus untuk memberikan pengalaman internasional bagi pemain-pemain muda Indonesia.
Tetapi hasil semalam malah justru sebaliknya, kekalahan telak yang menyakitkan dan terburuk sepanjang masa akan membuat trauma yang berkepanjangan. Kegagalan seperti ini bisa menjadi trauma dan stress buat para pemain muda.
"Kondisi ini akan membuat mereka sulit tidur dan tidak nafsu makan. Gol-gol Bahrain, suasana di lapangan dan ketidak berdayaan untuk bisa melakukan perlawanan akan selalu menjadi mimpi buruk buat para pemain muda kita. Kondisi stress ini akan mencetuskan stress lain yang mungkin sudah ada sebelumnya," jelas Dr Ari.
Faktor psikologi para pemain muda yang habis mengalami kekalahan tersebut harus menjadi perhatian pengurus. Jelas, trauma kekalahan yang memalukan ini bisa menjadi stress yang akan mempengaruhi masa depan pemain muda Indonesia.
"Psikolog atau bahkan psikiater harus segera mendampingi mereka. Tentu kita masih berharap mereka memberikan yang terbaik untuk PSSI dimasa depan," tegas dokter yang juga Ketua Advokasi PB PAPDI (Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia).
Menurut Dr Ari, masalah psikologi para pemain muda harus menjadi perhatian. Tim PSSI ini harus segera didampingi para psikolog bahkan psikiater agar kondisi mental dapat cepat bangkit dan bisa memberikan terbaik buat Indonesia di masa depan.
(mer/ir)











































