Perut buncit tidak bisa dipisahkan dari kegemukan, baik yang dikategorikan overweight maupun obesitas. Ada yang gemuknya merata di seluruh tubuh, namun tak sedikit yang hanya terpusat di perut sehingga tampak buncit dan disebut obesitas sentral.
Secara umum, kegemukan telah menjadi masalah global di kehidupan moderen seperti sekarang ini. Dikutip dari BBC, Rabu (16/5/2012), organisasi kesehatan dunia atau WHO telah mencatat ada 1,6 miliar pengidap overweight dan 400 juta pengidap obesitas pada tahun 2005.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak faktor yang mempengaruhi, misalnya usia, sebab makin tua jaringan otot perut memang mengendur. Namun jenis pekerjaan yang kurang banyak gerak membuatnya makin kendur," kata Dr Michael Triangto, SpKO dari RS Mitra Kemayoran saat dihubungi detikHealth.
Untuk perut buncit atau obesitas sentral sendiri, Dr Triangto mengaku tidak memiliki data yang akurat mengenai jumlah kasusnya di seluruh dunia. Namun sebagai gambaran, angka obesitas di Amerika Serikat yang sering dijadikan patokan telah melampaui 50 persen dari seluruh populasi.
Akibat pengaruh westernisasi atau gaya hidup yang kebarat-baratan, Indonesia pun diprekdiksi akan senasib dengan Amerika Serikat. Menurut Dr Triangto, tidak butuh waktu lama bagi negara ini untuk menyamai negara-negara maju dalam hal jumlah penderita obesitas.











































