Padatnya pekerjaan yang menguras tenaga dan usia yang sudah tidak muda lagi membuat pria merasa kurang dapat memuaskan kebutuhan biologis istrinya. Solusi praktisnya adalah membeli obat-obatan penambah stamina pria atau lazim dikenal obat kuat.
Mencari obat kuat itu gampang-gampang susah. Gampang karena hampir semua orang tahu apa fungsinya, namun susah untuk mendapatkannya karena tidak dijual bebas di toko-toko atau apotek seperti layaknya obat maag atau obat pilek.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, obat kuat banyak ditawarkan secara online lewat internet atau dimuat di iklan-iklan mini surat kabar. Tujuannya adalah agar pembeli dapat memesan langsung kepada distributor dengan tetap menjaga privasinya. Lagipula, obat kuat tersedia dalam kemasan kecil sehingga mudah dikirim via pos.

Hal ini terbukti dari sepinya pembeli yang mengunjungi lapak kaki lima penjaja obat kuat. Di Jakarta, salah satu tempat yang banyak menjajakan obat kuat kaki lima adalah di pasar Jatinegara. Para pedagang kaki lima sejak siang sampai malam membuka lapak bertuliskan 'jual obat' dan menyediakan berbagai merek obat kuat, mulai dari buatan lokal hingga mancanegara.
Dari hasil pengamatan detikHealth, ada belasan lapak yang memasang label 'jual obat' namun lebih banyak memajang obat kuat. Beberapa lapak ini ada yang hanya buka pada siang hari, ada yang hanya buka pada malam hari dan ada yang buka dari siang hingga malam.
Dalam sehari, beberapa pedagang mengaku paling banyak kedatangan 10 orang pembeli. Penjualannya ini tidak menentu dan jika dilihat sekilas justru terlihat sepi pengunjung.
"Sepi gini biasa Mas, orang yang beli setiap hari juga tidak tentu. Kalau saya ya biasanya dapat 3 -4 pembeli sehari. Kebanyakan yang beli laki-laki usianya di atas 40 tahun dan emang sudah jadi pelanggan," kata Dori, salah satu penjual obat kuat kepada detikHealth, Rabu (23/5/2012).
Ada berbagai merek obat kuat yang dijual seperti tanduk rusa, pa'e, black africa, urat madu, urat laga, 5X lebih dahsyat, tongkat ajimat madura, cobra oil, jakarta bandung, nangen zengzangshu, sex drops, spider, tadalafil hingga obat yang bertuliskan huruf mandarin.

Obat-obat yang sama juga disediakan berbagai situs penyedia obat kuat, bahkan beberapa situs menyediakan lebih banyak pilihan. Belakangan ini, penjualan obat kuat secara online makin marak. Terutama setelah beberapa obat tertentu mendapat rekomendasi oleh pakar seks papan atas di Indonesia. Sayangnya, obat yang direkomendasikan oleh pakar seks ini tidak dijumpai di emperan kaki lima.
(pah/ir)











































