"Lebih banyak risiko yang didapat jika ada anak atau bayi yang tidak divaksin, dan sepertinya tidak ada manfaatnya kalau anak tidak divaksin," ujar dr Rifan Fauzie, SpA dari RSAB Harapan Kita Jakarta, saat dihubungi detikHealth, Rabu (20/6/2012).
dr Rifan menuturkan seringkali salah satu alasan tidak mau divaksin karena vaksin itu zat kimia yang bersifat racun, menimbulkan efek samping berbahaya serta ada pula yang merasa anaknya tidak sakit sampai sekarang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu konsep imunisasi adalah memberikan perlindungan pada populasi anak atau imunitas komunitas, misalnya ada 100 anak, yang 95 mendapatkan imunisasi lengkap sedangkan yang 5 anak lain menolak imunisasi.
Misalnya kuman menyerang anak yang sudah diimunisasi maka kuman tidak bisa berkembang disitu, jika si kuman berpindah ke anak lain yang diimunisasi maka tetap tidak bisa berkembang. Kondisi ini akan membuat penularan penyakit jadi terhambat atau terputus.
Namun jika kuman tersebut menyerang anak yang belum divaksin maka bisa membuat anak tersebut sakit dan tidak menutup kemungkinan berisiko menulari anak-anak yang lainnya.
Hal ini karena jika anak tidak diimunisasi maka ia tidak memiliki kekebalan yang spesifik terhadap penyakit tersebut. Jika kuman yang masuk dalam jumlah banyak dan ganas maka tubuh tidak akan mampu melawan meski sudah punya sistem kekebalan tubuh alami sehingga menyebabkan sakit berat, cacat atau meninggal.
dr Rifan sendiri pernah mendapati orangtua yang tidak mau anaknya divaksin, ada yang sama sekali tidak mau tapi ada pula yang awalnya mau tapi setelah orangtua mendapat berbagai informasi ia jadi mundur dan tidak mau anaknya divaksin.
"Kami berusaha memberikan informasi yang benar, ada yang berhasil mau divaksin tapi ada juga yang tidak, tergantung dari orangtuanya. Padahal riskan sekali kalau membiarkan anak nggak mau divaksin," ujar dr Rifan yang juga anggota IDAI.
dr Rifan menuturkan sebenarnya ada banyak sekali hal-hal yang sebaiknya dipahami secara lebih arif dan bijaksana. Serta kebanyakan mitos seputar vaksin dilontarkan oleh peneliti yang bukan ahli imunologi, padahal seharusnya seseorang mempercayakan hal tertentu pada ahlinya.
* Ada 2 hal yang bisa dilakukan orangtua agar bayinya tetap sehat, mencegah sebelum sakit atau mengobatinya setelah sakit. Jadi pilih mana: mencegah atau mengobati. Ikuti Ulasan Khas detikHealth hari ini tentang Kontroversi Vaksin Bayi di artikel selanjutnya.











































