Pemberian vaksin MMR diketahui bisa mencegah penyakit mump (gondongan), measles (campak) dan rubella (campak Jerman), biasanya diberikan pada anak berusia di atas 1 tahun. Sedangkan di Indonesia diberikan 6 bulan setelah imunisasi campak.
Dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi, Sekretaris Satgas Imunisasi PP IDAI, dalam penjelasannya ke detikHealth menuturkan dokter Wakefield yang mengungkapkan bahwa MMR bisa menyebabkan autisme diketahui bukanlah ahli vaksin, tapi ia sebagai dokter spesialis bedah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan banyak penelitian lain yang telah dilakukan oleh para ahli vaksin dibeberapa negara menyimpulkan bahwa vaksin MMR tidak terbukti mengakibatkan autis pada anak. Kondisi ini tidak ada hubungannya dan sudah dibuktikan secara ilmiah.
Namun umumnya gejala autis pertama kali terlihat saat bayi berusia 12-18 bulan, yang mana waktu tersebut hampir bersamaan dengan diberikannya vaksin MMR, sehingga banyak orang beranggapan autis yang dialami anak akibat vaksin MMR yang diberikan.
Padahal sebagian besar kasus anak-anak yang memiliki autis disebabkan oleh faktor genetik, sedangkan beberapa kasus lainnya belum diketahui dengan pasti apa penyebabnya.
Sementara itu sebelumnya diungkapkan bahwa penggunaan thimerosal dalam vaksin sebagai penyebab autisme. Tapi beberapa jurnal ilmiah mengungkapkan thimerosal tidak terbukti mengakibatkan gangguan neurodevelopment (gangguan perkembangan karena saraf).
Serta saat dilakukan pengamatan pada kelompok anak yang menerima thimerosal dan tidak, ternyata tidak ada perbedaan yang bermakna. Jadi thimerosal tidak berhubungan dengan kejadian autis.
"Sekarang sebagian besar vaksin tidak pakai thimerosal untuk mengurangi kekhawatiran orangtua, dan peneliti-peneliti yang menentang vaksin bukan ahli imunologi, dan kita harusnya mempercayakan hal-hal pada ahlinya. Kalau nggak ahli tentang vaksin ya jangan berbicara," ujar dr Rifan Fauzie, SpA dari RSAB Harapan Kita, saat dihubungi detikHealth, Rabu (20/6/2012).
* Polio sebenarnya bisa dicegah dengan melakukan vaksinasi. Sebuah keluarga mengalami kisah pilu karena tak divaksin polio. Ikuti Ulasan Khas detikHealth tentang Kontroversi Vaksin di artikel selanjutnya.











































