"Pada umumnya keluarga dan pasien memiliki harapan yang kuat untuk hidup. Pada awalnya pasien ini sangat berharap akan adanya kemungkinan sembuh. Namun ada juga pasien, terutama yang sudah menginjak stadium lanjut, kemudian merasa putus asa karena usia harapan hidupnya tinggal beberapa tahun lagi. Akhirnya, segala alternatif akan diambil dan dilakukan. Apapun yang memberi harapan kesembuhan akan dicoba," kata Dr dr Andhika Rachman, SpPD, dokter ahli kanker dari RS Kanker Dharmais seperti dituturkan kepada detikHealth, Rabu (27/6/2012).
Dr Andhika banyak melihat pasien kanker yang begitu didiagnosa mengidap kanker tidak segera berobat ke dokter, melainkan memilih mencari pengobatan alternatif. Padahal pengobatan alternatif tersebut tidak jelas khasiatnya dan bisa berpotensi memperparah penyakit pasien.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan non medis masih tinggi. Kalangan dokter sendiri mengakui bahwa pengobatan kanker yang ada saat ini masih belum sampai pada tahap yang benar-benar memuaskan. Hal itu terbukti dari angka kematian akibat kanker yang masih tinggi.
Di samping pengobatan yang masih belum optimal, penyakit kanker pada pasien juga banyak yang baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut yang sulit disembuhkan. Pada pasien stadium akhir, dokter akan menargetkan untuk mengurangi rasa sakit atau memperbaiki fungsi tubuh agar dapat beraktifitas. Pada titik ini, segala upaya pengobatan medis tidak akan berhasil menyembuhkan pasien.
"Dengan memahami angka harapan hidup, kita harus rasional kepada pasien dan keluarga. Kita bukan hakim atau malaikat pencabut nyawa. Tapi dengan data statistik kami bisa memperkirakan. Misalnya leukimia pada anak masih bisa disembuhkan, namun jika pada dewasa biasanya pasien hanya bisa bertahan hidup 6 bulan jika tidak diobati," kata dr Andhika.
Kegigihan upaya pasien dalam mencari berbagai jenis pengobatan ini memang wajar dan patut diacungi jempol karena menunjukkan kuatnya semangat untuk bertahan hidup. Tapi jika alasannya karena biaya, maka harusnya memilih pengobatan medis tak jadi soal karena sekarang pengobatan kanker sudah tercakup dalam Jamkesmas, jadi pasien bisa mendapat pengobatan gratis.
(pah/ir)











































