"Tidak cuma kanker, semua penyakit akan ditanggung yang penting punya kartu Jamkesmas," kata Kepala Pusat Jaminan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Usman Sumantri saat ditemui beberapa waktu lalu, seperti ditulis detikHealth, Rabu (26/6/2012).
Tidak ada syarat khusus untuk dapat mengakses layanan ini, yang penting menurut Usman sudah terdaftar sebagai peserta Jamkesmas. Semua warga yang dikategorikan miskin atau hampir miskin menurut versi BPS (Badan pusat Statistik) berhak untuk mendapat layanan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adanya fasilitas Jamkesmas dirasakan sendiri manfaatnya oleh salah seorang penderita kanker, Afit Supriyadi (47 tahun) asal Batam. Afit yang menderita kanker nasofaring telah menjalani kemoterapi di RS Dharmais sejak tahun 2011 dan ia mengaku tidak mengeluarkan biaya apapun.
"Dari radiasi sampai kemoterapi, semuanya gratis ditanggung Jamkesmas," kata Afit yang juga memanfaatkan fasilitas rumah singgah untuk menginap, yang disediakan oleh Cancer Information and Support Center (CISC) khusus untuk pasien dari kalangan tidak mampu.
Padahal sejak didiagnosis sekitar tahun 2007, Afit cukup lama menghindari pengobatan medis karena khawatir tidak punya biaya. Namun justru ketika menjalani pengobatan alternatif, ia malah menghabiskan jutaan rupiah tanpa ada hasil yang memuaskan.











































