Apa yang Dilakukan Pemerintah untuk Bantu Pasien Kanker?

Ulasan Khas

Apa yang Dilakukan Pemerintah untuk Bantu Pasien Kanker?

- detikHealth
Rabu, 27 Jun 2012 14:27 WIB
Apa yang Dilakukan Pemerintah untuk Bantu Pasien Kanker?
(Foto: thinkstock)
Jakarta - Mahalnya biaya pengobatan kanker sering membuat para pasien putus asa, lalu mencari alternatif atau bahkan tidak mau berobat sama sekali. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan punya layanan Jamkesmas untuk meringankan beban pasien.

"Tidak cuma kanker, semua penyakit akan ditanggung yang penting punya kartu Jamkesmas," kata Kepala Pusat Jaminan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Usman Sumantri saat ditemui beberapa waktu lalu, seperti ditulis detikHealth, Rabu (26/6/2012).

Tidak ada syarat khusus untuk dapat mengakses layanan ini, yang penting menurut Usman sudah terdaftar sebagai peserta Jamkesmas. Semua warga yang dikategorikan miskin atau hampir miskin menurut versi BPS (Badan pusat Statistik) berhak untuk mendapat layanan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Semua rumah sakit yang termasuk dalam jaringan Jamkesmas yang jumlahnya mencapai 1.071 unit bisa memberikan layanan tersebut. Tidak semuanya adalah rumah sakit milik pemerintah, ada juga sekitar 490 rumah sakit milik swasta yang masuk jaringan Jamkesmas.

Adanya fasilitas Jamkesmas dirasakan sendiri manfaatnya oleh salah seorang penderita kanker, Afit Supriyadi (47 tahun) asal Batam. Afit yang menderita kanker nasofaring telah menjalani kemoterapi di RS Dharmais sejak tahun 2011 dan ia mengaku tidak mengeluarkan biaya apapun.

"Dari radiasi sampai kemoterapi, semuanya gratis ditanggung Jamkesmas," kata Afit yang juga memanfaatkan fasilitas rumah singgah untuk menginap, yang disediakan oleh Cancer Information and Support Center (CISC) khusus untuk pasien dari kalangan tidak mampu.

Padahal sejak didiagnosis sekitar tahun 2007, Afit cukup lama menghindari pengobatan medis karena khawatir tidak punya biaya. Namun justru ketika menjalani pengobatan alternatif, ia malah menghabiskan jutaan rupiah tanpa ada hasil yang memuaskan.


(up/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads