Kisah Pasien yang Kena Stroke, Mulai dari Kena 1 Kali Hingga 10 Kali

Ulasan Khas

Kisah Pasien yang Kena Stroke, Mulai dari Kena 1 Kali Hingga 10 Kali

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Rabu, 04 Jul 2012 12:37 WIB
Kisah Pasien yang Kena Stroke, Mulai dari Kena 1 Kali Hingga 10 Kali
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Tidak berlebihan rasanya jika serangan stroke dikatakan sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam. Sering muncul tanpa diawali gejala tertentu, tetapi dampaknya sangat serius. Berikut ini beberapa kisah tentang penderita stroke.

Berikut ini beberapa kisah penderita stroke, seperti dituturkan oleh keluarganya kepada detikHealth, Rabu (4/7/2012).

Mujiono, 12 tahun hidup dengan 10 Kali Serangan Stroke Akhirnya Wafat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mujiono, seorang pensiunan guru SD di Gunungkidul baru berusia 60 tahun saat pertama kali mengalami serangan stroke, Mei 1997. Serangan pertamanya itu tidak membuatnya sakit atau lumpuh, namun darah segar keluar dari hidungnya dari pukul 9 malam dan baru dilarikan ke Rumah Sakit pukul 9 pagi.

Dokter mendiagnosis laki-laki beranak 3 dan bercucu 3 ini mengalami stroke yang dipicu oleh riwayat tekanan darah tinggi atau hipertensi. Pada serangan pertamanya, tekanan darah Mujiono mencapai 220/110 mmHg padahal angka normalnya hanya 120/80 mmHg.

Dari 10 kali serangan stroke yang dialaminya selama 12 tahun, serangan terparah baru dirasakannya dalam 3 serangan terakhir. Bicaranya mendadak pelo, seluruh tubuh tiba-tiba tidak bisa digerakkan dan semuanya muncul pada waktu-waktu yang tidak pernah bisa diprediksi.

Mujiono akhirnya meninggal pada Januari 2009, pada serangan stroke terparahnya yakni yang ke-10 kali. Namun dalam 12 tahun bergelut dengan stroke, Mujiono beruntung tidak mengalami kerusakan organ yang bersifat permanen sehingga tidak harus mengalami kelumpuhan.

"Meski bapak berkali-kali kena serangan stroke parah, tidak ada organ yang rusak sama sekali. Kuncinya adalah patuh minum obat, serta rutin kontrol sesuai anjuran dokter," kata Kusrini, anak sulung Mujiono.

Louis, Lumpuh sebelah karena serangan stroke 1 kali

Louis, laki-laki 63 tahun mengalami serangan stroke pertama pada tahun 2000 dan belum pernah mengalami serangan berikutnya hingga saat ini. Namun efek dari serangan satu-satunya tersebut cukup dahsyat, karena saat ini tubuh bagian kirinya susah digerakkan seperti semula.

"Masih bisa jalan sih, tidak harus pakai kursi roda. Tetapi ya itu, harus dipaksa," kata Ochi, anak perempuan Louis.

Kondisi Louis sendiri saat ini cukup sehat, dalam arti tidak punya banyak keluhan selain susah menggerakkan tubuh bagian kirinya. Untuk bicara juga tidak ada masalah, demikian juga otot wajah tidak mengalami kerusakan sehingga tidak sampai perot seperti yang banyak dialami pasien stroke.

Dikisahkan oleh Ochi, ayahnya tersebut juga memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau hipertensi yang diyakini menjadi salah satu penyebab utama serangan stroke. Riwayat itu sendiri terkait dengan kebiasaan Louis mengonsumsi ikan asin, yang banyak mengandung garam.

Oleh karenanya, dokter menganjurkan agar laki-laki yang juga punya riwayat asma ini menghindari makanan-makanan yang sekiranya bisa meningkatkan tekanan darah. Beberapa makanan yang masih dalam daftar pantangan adalah ikan asing kesukaannya, makanan bersantan dan juga sate kambing.

Herman, 4 kali diserang stroke saat lagi banyak pikiran

Herman Yosep, laki-laki 69 tahun asal Wonogiri sudah 4 kali mengalami serangan stroke. Serangan pertamanya terjadi tahun 2000, sedangkan yang terakhir baru sekitar 3 bulan yang lalu dan sekarang sudah bisa berjalan meski masih dalam tahap pemulihan.

Pada serangan pertama, kondisi fisik Herman langsung menurun dengan sangat drastis dalam kurun waktu 24 jam saja. Dari yang tadinya masih dalam kondisi bugar, tiba-tiba langsung tidak bisa berjalan, tidak bisa bicara dan ingatan banyak berkurang.

Butuh waktu sekitar 4 bulan untuk memulihkan kondisi fisiknya hingga bisa beraktivitas seperti biasa. Itupun tidak bisa pulih 100 persen, kira-kira hanya mencapai sekitar 70-80 persen dibandingkan kondisi awal sebelum mengalami serangan stroke.

Hingga serangan ke-3, dampak stroke yang dialami Herman umumnya masih bisa pulih. Memang tidak benar-benar sembuh seperti sedia kala, namun setidaknya ia bisa melakukan aktivitas sehari-hari bahkan bisa mengendarai sepeda motor untuk antar jemput cucunya di sekolah.

Sama seperti kebanyakan penderita stroke yang lain, Herman juga punya riwayat penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi. Selain karena pernah menjadi perokok berat dan kurang menjaga pola makan yang sehat, diyakini penyakit darah tinggi Hermansering kambuh karena banyak pikiran.

"Serangan pertama itu pas aku lulus SMA, mau masuk kuliah. Bapakku pensiun. Bisa juga faktor psikis, jadi kita selalu jaga kondisi fisik bapakku. Kalau ada masalah berat kita nggak pernah bicarakan dengan bapakku," kata Atmo, salah seorang anak laki-laki Herman Yosep.



(up/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads