"Biasanya kecacatan yang banyak terjadi adalah kelumpuhan di salah satu sisi tubuh, karena itu kecepatan penanganan menentukan apakah kecacatan ini bisa diperbaiki atau nantinya bersifat permanen," ujar Dr Manfaluthy Hakim, SpS(K) dari departemen neurologi FKUI saat dihubungi detikHealth, Rabu (4/7/2012).
Dr Luthy menjelaskan kecacatan yang muncul ini biasanya diakibatkan oleh penyumbatan yang mana sel-sel otak tidak mendapatkan asupan darah sehingga mengalami kematian. Jika tidak segera ditangani maka sel-sel otak yang mati akan semakin banyak dan kemungkinan pulihnya lebih kecil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Umumnya stroke yang diakibatkan oleh penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah memiliki risiko kematian yang kecil tapi kecacatan yang tinggi, sedangkan stroke akibat perdarahan angka kematiannya tinggi.
"Perdarahan menyebabkan terjadinya penekanan struktur otak. Otak terletak di dalam rongga yang sempit dan ada lubang yang menuju sumsum tulang belakang, kalau otak tertekan maka akan mengganggu fungsi jantung, pernapasan di batang otak. Karenanya tujuan pengobatan adalah untuk menurunkan risiko kematian," ungkapnya.
Dampak lain yang mungkin timbul setelah stroke adalah mengalami kepikunan yang umumnya timbul jika mengalami stroke di otak besar, gangguan memori, gangguan bicara, gangguan berhitung, serta depresi.
(ver/ir)











































