Rabu, 25 Jul 2012 15:56 WIB

Ulasan Khas Tobat Merokok

Ingat Anak Bisa Langsung Berhenti Merokok

- detikHealth
(Foto: thinkstock)
Jakarta - Untuk dapat terlepas dari jeratan rokok, pecandu biasanya membutuhkan niat yang kuat serta motivasi yang besar dari lingkungan sekitar. Anak adalah alasan yang kuat untuk membuat perokok jera dan menghentikan kebiasaannya.

"Anak relatif bisa dikatakan terbesar, biasanya karena baru punya bayi atau ada anak kecil di rumah dan dimulai dari tidak boleh merokok dengan anak," jelas dr Tribowo Tuahta Ginting, SpKJ, dokter spesialis Kedokteran Jiwa dari RSUP Persahabatan, saat berbincang dengan detikHealth, Rabu (25/7/2012).

Karena alasan ini, nasihat dokter pada orangtua perokok yang baru punya anak dinilai ampuh untuk menghentikan kebiasaan merokok.

Si perokok mungkin sudah hafal dengan dampak-dampak kesehatan yang akan ditanggungnya bila terus merokok. Tapi hal itu seringkali dianggap angin lalu, yang masuk kuping kanan keluar kuping kiri.

Namun ketika dampak kesehatan itu ditujukan pada anaknya yang masih bayi atau kecil, perokok cenderung lebih tersadar. Setidaknya tidak menyalakan rokok di dekat anak, bahkan tak sedikit yang bisa berhenti merokok secara total karena alasan anak.

"Selain anak, biasanya ada juga keluarga entah istri atau pasangan. Juga karena alasan kesehatan, baik pribadi atau pun keluarganya," jelas dr Tribowo.

Rokok tak hanya buruk bagi kesehatan si perokok, namun juga orang-orang di sekitarnya. Fakta ini didukung berbagai penelitian yang telah memastikan bahwa perokok pasif berisiko mengalami gangguan kesehatan lebih besar daripada si perokok sendiri.

Begitu juga dengan anak-anak yang terpapar rokok dari orangtuanya sendiri. Anak-anak itu justru berisiko lebih besar menderita masalah kesehatan jantung serius di masa depannya.

WHO telah memperkirakan 40 persen anak-anak di seluruh dunia secara rutin terpapar rokok atau menjadi perokok pasif di rumahnya sendiri dengan jumlah kasus kematian akibat kondisi itu sebanyak 600.000 kasus setiap tahunnya.

Orangtua yang berhenti merokok tidak hanya bisa mendapatkan manfaat besar untuk kesehatan sendiri, tetapi juga pada kesehatan anak-anaknya. Studi yang dipublikasikan pada jurnal Pediatrics menemukan bahwa pada anak-anak yang orangtuanya merokok selama kehamilan mengalami penebalan dinding arteri, yang terkait dengan risiko tinggi penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke.




(mer/ir)