Ada banyak definisi mengenai mati suri, salah satunya adalah sebuah pengalaman yang benar-benar hidup yang berasosiasi dengan kesadaran subjek bahwa dirinya keluar dari tubuh fisiknya pada suatu waktu tertentu atau pada saat dirinya terancam akan kematian yang menghampirinya.
Meski begitu dr Manfaluthy Hakim, SpS dari departemen neurologi FKUI saat dihubungi detikHealth dan ditulis Rabu (1/7/2012) menuturkan bahwa secara medis tidak ada hubungannya kondisi sakit keras dan kecelakaan dengan mati suri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu berdasarkan studi yang dilakukan oleh peneliti Amerika dan penulis buku-buku tentang pengalaman mendekati kematian (near death experience) PMH Atwater tahun 1998 menunjukkan kejadian sakit keras atau mengalami kecelakaaan memang kadang membuat orang mengalami mati suri.
Selama lebih dari 20 tahun meneliti fenomena mati suri terhadap lebih dari 3.200 subjek, Atwater menemukan ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi jika seseorang mengalami mati suri.
Kriterianya adalah subjek harus memenuhi salah satu tanda yang menunjukkan bahwa ia sedang sakit berat atau terluka, atau mengalami bentuk-bentuk krisis fisiologis atau kecelakaan.
Berikut ini contoh pengalaman mati suri pada pasien yang mengalami sakit keras atau kecelakaan dan diceritakan dalam buku 'Mati Suri' tersebut yaitu:
Ernest Hemingway (sastrawan) yang terluka oleh pecahan peluru ketika berperang di Italia
Hemingway menceritakan kejadian yang dialaminya pada tahun 1918 setelah ia terluka kena pecahan bom. Ia mati dan merasakan jiwanya atau sesuatu yang berasal dari tubuhnya keluar. Ia mengungkapkan sama seperti ketika orang menarik saputangan sutra keluar dari kantong di salah satu sudut. Ia melayang-layang dan kemudian masuk kembali ke dalam tubuh dan hidup lagi.











































