Di dalam pembuluh darah, terdapat endotelium atau lapisan bagian dalam pembululuh darah. Meskipun hanya lapisan, ternyata endotelium memiliki pengaruh yang besar. Kadar kolesterol jahat yang tinggi dalam darah dan dipicu oleh radikal bebas akan mengendap menjadi plak kemudian merusak endotelium.
Kerusakan ini akan memicu munculnya bisul pada endotelium dan membuat pembuluh darah menyempit atau mengeras. Kondisi ini disebut aterosklerosis. Apabila pembuluh darah menyempit, maka aliran darah akan terganggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyakit akibat kerusakan lapisan pembuluh darah ini jumlahnya mencapai 30% dari kasus kematian di dunia dan saat ini merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia," kata dr Djoko Maryono DSDP, DSJP, FIHA, FACC, spesialis penyakit dalam dan penyakit jantung dari RS Pondok Indah dan RS Pertamina ketika dihubungi detikHealth, Rabu (8/8/2012).
Lebih rinci lagi, jika aterosklerosis yang terjadi cukup berat, maka aliran darah ke otot jantung terganggu dan timbullah rasa nyeri dada atau disebut dengan angina. Bila prosesnya berlanjut, maka akan menyebabkan kematian jaringan otot jantung yang disebut infark miokard. Jika kerusakannya menyebar luas, maka akan menyebabkan gagal jantung. Jika sumbatan menyerang pembuluh darah otak, maka akan terjadi stroke.
Penyakit pembuluh darah ini tidak serta merta disebabkan karena kolesterol saja. Menurut dr Djoko, pemicu kerusakan pembuluh darah adalah kebiasaan banyak mengkonsumsi gula dan lemak, malas bergerak dan terlalu banyak terpapar radikal bebas. Jadi orang tidak perlu terlalu cemas dan takut akan kolesterol.
"Sebenarnya orang tidak akan mati hanya karena kolesterol saja. Yang paling fatal dan banyak menimbulkan kematian adalah penyakit rusaknya pembuluh darah dan akibat penyakit sindrom metabolisme. Masyarakat sekarang ini terlalu fobia dengan kolesterol," kata dr Djoko.
Dr Djoko menambahkan, tidak semua kolesterol berakibat buruk. Kolesterol sendiri sebenarnya ada 2 macam. Yang pertama adalah kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) atau sering disebut kolesterol jahat. Kolesterol LDL mengangkut kolesterol paling banyak di dalam darah. Tingginya kadar LDL inilah yang menyebabkan pengendapan kolesterol dalam arteri.
Kolesterol jenis kedua adalah Kolesterol HDL (High Density Lipoprotein) yang tidak berbahaya. Kolesterol HDL mengangkut kolesterol lebih sedikit dari LDL dan sering disebut kolesterol baik karena membuang kelebihan kolesterol jahat di pembuluh darah arteri kembali ke hati untuk diproses dan dibuang. HDL mencegah terjadinya proses aterosklerosis.
(pah/ir)











































